Breaking News
Kamis, 16 April 2026

Penanganan Kasus TKW di Malaysia, Ghazali Abbas: Ini Bukti Komunitas Aceh di Malaysia Sangat Peduli

Terhadap kasus Anissah—dan juga kasus-kasus lainnya yang dialami masyarakat Aceh di Malaysia—Ghazali mengamati respons komunitas masyarakat Aceh di K

Penulis: Nasir Nurdin | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBI/M NAZAR
Anggota DPD RI, Ghazali Abbas Adan, Selasa (01/08/2017). 

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Anggota DPD RI asal Aceh Ghazali Abbas Adan menilai kepedulian komunitas masyarakat Aceh yang ada di Malaysia khususnya Kuala Lumpur (KL) terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat Aceh di negara tersebut sangat tinggi.

“Saya mengikuti perkembangan kasus Anissah, TKW asal Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara yang diduga mengalami penyiksaan berat oleh majikannya. Saya juga membaca laporan terbaru bagaimana komunitas Aceh di sana, dipimpin oleh Presiden Komuniti Melayu Acheh Malaysia (KMAM), Datuk Mansyur bin Usman mengantar langsung korban ke KBRI untuk penanganan lebih lanjut,” tulis senator Aceh tersebut dalam pesan WhatsApp kepada Serambinews.com, Senin (22/7/2019).

Terhadap kasus Anissah—dan juga kasus-kasus lainnya yang dialami masyarakat Aceh di Malaysia—Ghazali mengamati respons komunitas masyarakat Aceh di KL pada khususnya begitu tinggi.

“Apa yang telah dilakukan—termasuk pendampingan untuk Anissah—semakin membuktikan
masyarakat Aceh di KL selama ini memang sangat peduli kepada saudara-saudara mereka dari Aceh yang mengalami masalah di Malaysia. Namun yang saya amati selama ini mereka tidak memproklamirkan, bisa jadi agar tidak terkesan ria atau mencari pencitraan,” tulis Ghazali Abbas Adan.

Menurut Ghazali, ketika ada kunjungan DPD RI ke parlemen Malaysia, dirinya berkesempatan silaturahmi dengan Datuk Mansyur bin Usman dan sejumlah tokoh Aceh yang lain di KL.

 

Baca: Haji Uma Surati Kemenlu dan KBRI Malaysia Minta Tangani Kasus TKW Aceh yang Disiksa Majikan

Baca: KBRI Kuala Lumpur Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan TKW Asal Aceh di Malaysia

Baca: Ini yang Akan Dilakukan Haji Uma Terhadap Kasus TKW Aceh Disiksa Majikan

Baca: VIDEO - TKW Asal Aceh Korban Penganiayaan di Malaysia Ungkap Betapa Kejamnya Perlakuan Majikan

Baca: TKW Aceh Nisa yang Disiksa Majikan Ditemukan Keluarga Setelah Dibuang

Baca: TKW Asal Nisam Diduga Alami Penyiksaan Berat di Malaysia, Tubuh Dipenuhi Bekas Luka, Gigi Rontok

“Datuk Mansyur menjelaskan tingginya semangat kepedulian komunitas masyarakat Aceh KL terhadap ureueng Aceh yang na masalah di Malaysia. Tapi hanatom geuproklamirkan keu khalayak,” demikian Ghazali Abbas Adan.

Seperti diberitakan, Presiden Komuniti Melayu Acheh Malaysia (KMAM), Datuk Mansyur bin Usman didampingi beberapa perwakilan masyarakat Aceh di Malaysia, seperti Bukhari bin Ibrahim dan Mukhtar Abdullah, Senin (22/7/2019) mengantar Anissah binti Jamil (25) ke KBRI Malaysia di Kuala Lumpur.

Anissah adalah TKW asal Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara yang diduga jadi korban penganiayaan majikan di tempat dia bekerja di Malaysia.

“Ya, pada Senin pagi Presiden KMAM (Datuk H Mansyur Usman) mengantar Anisa ke KBRI dan diterima oleh pejabat Satuan Tugas Pelayanan dan Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur,” lapor Mukhtar Abdullah, tokoh Aceh di Malaysia kepada Serambinews.com.

Dalam rombongan juga ikut Bukhari bin Ibrahim selaku Ketua I Waqulja, salah satu organisasi komuniti Aceh di negara jiran tersebut.

Menurut Mukhtar, KBRI akan menangani kasus yang dihadapi Anissah sampai ke pengadilan.

Tindak lanjut pertemuan dengan tokoh-tokoh Aceh di Malaysia, pihak KBRI membuat laporan polisi dan besok (Selasa) korban akan dibawa ke hospital untuk buat visum doktor.

“Mulai hari ini (Senin) Anissah berada dalam pengamanan KBRI,” tulis Mukhtar dalam pesan WhatsApp-nya.

Sokongan Haji Uma

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved