MK Tolak Gugatan PA

Majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan Partai Aceh (PA) terkait sengketa hasil pemilu tingkat DPRA

MK Tolak Gugatan PA
DOK SERAMBINEWS.COM
Muzakir Manaf 

* Kursi DPRA Dapil IV Sah Milik PDIP

BANDA ACEH - Majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan Partai Aceh (PA) terkait sengketa hasil pemilu tingkat DPRA di dapil 4 (Aceh Tengah-Bener Meriah). Dengan penolakan itu, satu kursi DPRA sah milik M Ridwan, caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Putusan gugatan PA tersebut dibacakan dalam sidang pembacaan putusan sela (dismissal) di Gedung MK, Jakarta, Senin (22/7). Informasi itu pertama kali diketahui Serambi dari Pengurus Badan Bantuan Hukum dan Advokasi (BBHA) DPP PDI Perjuangan, Imran Mahfudi.

Beberapa saat putusan dibacakan, Imran menulis pesan di dinding facebooknya. “Alhamdulillah, akhirnya PDI Perjuangan, kembali dapat kursi DPRA, setelah 10 tahun kosong.” Status itu merujuk pada hasil gugatan sengketa Pemilu yang mempertaruhkan perolehan suara M Ridwan.

Imran menyambut baik putusan tersebut dan dirinya mengaku tidak terkejut. Menurutnya, memang seharusnya MK menolak gugatan PA karena terdapat pertentangan dalam petitum Pemohon (PA). Dengan putusan tersebut, maka gugatan itu tidak dilanjutkan lagi ke dalam pokok perkara.

“Menurut saya sudah benar yang dilakukan MK karena memang ada kekeliruan dalam permohonan pemohon. Satu sisi pemohon meminta MK menetapkan suara versi pemohon dan di sisi lain meminta dilaksanakan PSU (Pemungutan Suara Ulang) di dua TPS. Jadi, ada pertentangan petitum,” kata Imran.

Sebelumnya diberitakan, DPA Partai Aceh meyakini Pemilu DPRA di dapil 4 (Aceh Tengah-Bener Meriah) terjadi kecurangan dan pelanggaran yang terstruktur, sistematis, dan masif. Saat itu, Muzakir Manaf dan Kamaruddin Abubakar selaku Ketum dan Sekjen DPA-PA menggugat ke MK.

Gugatan itu didaftarkan oleh kuasa hukum Fadjri SH, Hermanto SH, dan Murtadha SH. Mereka tidak terima hasil Pemilu 2019 dimana satu kursi PA yang diraih Adam Mukhlis pada Pemilu 2014 hilang dan beralih ke PDIP yang diraih oleh M Ridwan.

Keputusan itu berdasarkan Berita Acara Komisi Independen Pemilihan Aceh Nomor 207/PL.01.7-BA/II/PROV/V/2019 tentang Rekapitulasi Hasil Perhitungan Perolehan Suara Tingkat Provinsi Aceh Pemilihan Umum 2019 yang telah menetapkan perolehan suara PDIP 12.702 dan Partai Aceh 12.691 atau selisih 11 suara. PA menuding telah terjadi terjadi kecurangan dan pelanggaran yang terstruktur, sistematis, dan masif di sana sehingga menggugat ke MK.

Wakil Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tharmizi kepada Serambi menginformasikan bahwa kemarin tidak hanya gugatan dari PA yang ditolak MK, tapi juga dua gugatan lain, yaitu gugatan Partai Demokrat untuk tingkat DPRK Aceh Singkil karena dalam petitumnya tidak meminta pembatalan Surat Keputusan KPU, dan Partai Golkar untuk tingkat DPRA karena pemohon atas nama Teuku Juliansyah tidak menyebutkan dapil.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved