Pesantren An Akhirnya Dipindah

Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe akhirnya memutuskan untuk memindah Pesantren An dari lokasi

Pesantren An Akhirnya Dipindah
IST
MUSLIM YUSUF, Kabag Humas Pemko Lhokseumawe

* Ekses Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe akhirnya memutuskan untuk memindah Pesantren An dari lokasi semula di Kecamatan Muara Dua ke Pesantren Al Muhajirin di kawasan Buket Rata, Desa Meunasah Masjid Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Jarak kedua lokasi ini sekitar 8 km. Sedangkan aktivitas belajar-mengajar di pesantren yang direlokasi itu akan dimulai Senin (29/8) mendatang.

Sebagaimana diketahui, AI, oknum pimpinan Pesantren An (singkatan) di Kota Lhokseumawe beserta dengan seorang guru mengaji (keduanya pria) kini ditahan di Polres Lhokseumawe. Keduanya ditahan atas dugaan melakukan pelecehan seksual terhadap santri pria (sesama jenis) yang berumur antara 13-14 tahun sebanyak 15 orang.

Akibat mencuatnya kasus ini, Pemko Lhokseumawe mengambil kebijakan untuk membekukan sementara pesantren tersebut. Terlebih karena, warga sebuah desa di Kecamatan Muara Dua, tempat pesantren itu semula berada sudah keberatan pesantren tersebut tetap berada di lingkungan mereka.

Namun, setelah berembuk dengan berbagai pihak, maka beberapa hari lalu, status pembekuan sementara pun dicabut oleh Pemko Lhokseumawe, sehingga aktivitas pendidikan di pesantren tersebut bisa dilanjutkan kembali. Di samping itu, struktur kepengurusan yayasan ikut diganti.

Saat kasus ini mencuat ke publik, sempat beredar tulisan yang menyebutkan bahwa oknum pimpinan pasantren tersebut tidak bersalah dan pihak kepolisian dinilai terlalu memaksakan kehendak dalam kasus ini. Didasari beredarnya tulisan yang dinilai hoaks tersebut, maka kepolisian pun telah mengamankan empat pengedar tulisan hoaks tersebut. Sedangkan yang menulis informasi hoaks itu kini masih diburu pihak kepolisian.

Kabag Hunas Pemko Lhokseumawe, Muslim Yusuf menyebutkan, setelah status pembekuan dicabut, maka langkah awal yang telah ditempuh pihaknya adalah pergantian struktur pengurus yayasan pesantren. Sebelumnya yang memimpin adalah Tgk AI yang menjadi tersangka, kini telah dialihkan kepada Tgk Sulaiman Daud.

Selain itu, proses pendaftaran ulang untuk para santri juga terus berlangsung. Di samping itu pihak pemko juga memfasilitasi santri yang ingin pindah. “Sampai saat ini proses pendaftaran ulang masih berlangsung. Ada memang santri lama yang melanjutkan pendidikan di An dan ada pula yang pindah. Terserah pilihan masing-masing. Begitu juga untuk santri baru, ada yang pindah dan ada juga yang memang ingin tetap di Pesantren An,” ujarnya.

Lalu, pihaknya pun telah mengambil kesimpulan untuk memindahkan lokasi Pesantren An ke tempat lain, yakni di Pesantren Al Muhajirin. Tapi sifatnya hanya sementara, sambil pengurus Pesantren An mencari lokasi yang baru. “Sedangkan pemindahan lokasi Pesantren An atas dasar berbagai pertimbangan, terutama terkait pemondokan santri. Di lokasi dulunya,, dinilai tidak efektif lagi karena menggunakan rumah-rumah masyarakat yang disewa oleh pihak pasantren.” ujarnya.

Jadi, dengan adanya keputusan pemindahan lokasi pesantren, menurut Muslim, proses pemindahan mebel pun sudah selesai. “Jadi, mulai besok (hari ini -red ), bagi wali santri yang ingin mendaftar ulang atau pun ingin mengambil surat pindah sudah bisa langsung mendatangi lokasi baru yakni di Pesantren Al Muhajirin,” pungkas Muslim Yusuf.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang, menyebutkan, untuk berkas kedua tersangka dugaan kasus pelecehan seksual itu, yakni oknum pimpinan pesantren dan seorang guru mengaji, sekarang hampir rampung.

Proses pemeriksaan saksi pun sudah tuntas, yakni sekitar sepuluh orang yang sudah bersaksi. “Kita targetkan pekan depan berkasnya sudah kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe,” demikian AKP Indra T Herlambamg. (bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved