Breaking News:

Poltas Gelar Workshop Kurikulum Berbasis KKNI

Politeknik Aceh Selatan (Poltas) menggelar workshop penyusunan kurikulum pendidikan tinggi (KPT) vokasi guna menghasilkan lulusan berdaya saing di ..

SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Poltas Aceh Selatan menggelar workshop penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) vokasi guna menghasilkan lulusan berdaya saing di era industri 4.0 dengan menghadirkan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Informasi dan Komputer (Aptikom) Pusat, Prof Zainal Arifin Hasibuan MLS PhD sebagai narasumber utama, Selasa (23/7/2019). 

Poltas Gelar Workshop Kurikulum Berbasis KKNI

Laporan : Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Politeknik Aceh Selatan (Poltas) menggelar workshop penyusunan kurikulum pendidikan tinggi (KPT) vokasi guna menghasilkan lulusan berdaya saing di era industri 4.0 dengan menghadirkan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Informasi dan Komputer (Aptikom) Pusat, Prof  Zainal Arifin Hasibuan MLS PhD sebagai narasumber utama. 

Acara tersebut dilaksanakan selama dua hari, Selasa - Rabu (23-24/7/2019) di Kampus Poltas, Tapaktuan.

Direktur Politeknik Aceh Selatan, Dr Muhammad Yasar STP MSc mengatakan,  workshop ini bertujuan untuk merespon perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (science vision), kebutuhan masyarakat (social needs), dan kebutuhan pengguna (stakeholder needs). 

Lebih lanjut Direktur Poltas menjelaskan bahwa Perguruan Tinggi saat ini wajib mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT) dalam menyusun atau mengembangkan kurikulumnya.

"Tantangan yang kita hadapi adalah bagaimana menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia yang berakhlak mulia," paparnya.

Baca: 6 Bulan Pipa Induk IPA Blangpidie Pecah dan Tak Bisa Diperbaiki, Petugas PDAM Gunong Kila ‘Menyerah’

Baca: 32 Desa di Kecamatan Kuta Citglie Aceh Besar Ikut Bursa Inovasi Gampong

Baca: Personel Polres Aceh Barat Tangkap Pengedar Sabu 25,64 Gram


Oleh sebab itu, lanjutnya, Perguruan Tinggi perlu melakukan reorientasi pengembangan kurikulum yang mampu menjawab tantangan tersebut, sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki kualifikasi yang setara dengan kualifikasi yang disepakati dalam KKNI.

"Saat ini dunia pendidikan vokasi terus dihujat karena dianggap sebagai penyumbang angka pengangguran tertinggi di Indonesia. Tentunya hal ini bertolak belakang dengan konsep pendidikan vokasi itu sendiri sebagai institusi pendidikan pencetak tenaga kerja terampil," ungkapnya.

Situasi seperti ini, lanjut Yasar, harus mampu dijawab oleh Poltas sebagai satu-satunya perguruan tinggi berbasis vokasi di wilayah Barat Selatan Aceh.

Yasar menambahkan Pendidikan vokasi adalah senjata paling ampuh untuk memberantas kemiskinan. Menurut Yasar, hingga saat ini belum ada satu teori pun yang membantah peran pendidikan dalam mengeluarkan Masyarakat dari kepompong kemiskinan. 

"Oleh sebab itu semua kita harus terbuka cakrawala berfikir untuk menjadikan sistem pendidikan ini masuk dalam skala prioritas pembangunan khususnya di Aceh Selatan, di Aceh, bahkan nasional," pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Infokom Aceh Selatan, Suhaimi, kepala Kantor Pajak Pratama Kabas Ajun Bakri, Dinas Distransnaker Kabas Ismiadi, Kepala BLK dan Kepala SMKN 1 Tapaktuan Al Azhar, Kepala SMAN 1 Tapaktuan, M Usman dan para dosen dan staf.

Diharapkan melalui kegiatan ini Poltas dapat menyusun kurikulum baru yang memenuhi KKNI dan SNPT berdasarkan kebutuhan masyarakat, pengguna, dan mengikuti perkembangan IPTEK.(*)



Penulis: Taufik Zass
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved