Tolak Pelantikan Pj Keuchik, Masyarakat Seunaloh Segel Kantor Desa

Camat Balangpidie, Krisnur SP dan kapolsek Blangpidie, Iptu Karnopi yang hadir di tengah masyarakat meminta masyarakat agar duduk dan menyampaikan apa

Tolak Pelantikan Pj Keuchik, Masyarakat Seunaloh Segel Kantor Desa
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD SAPUTRA
Salah seorang masyarakat Gampong Seunaloh, Kecamatan Balangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya) menjelaskan alasan melakukan penyegelan kantor setempat di depan Camat Blangpidie, Krisnur SP dan Kapolsek dan sejumlah aparatur desa, Rabu (24/7/2019). 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Puluhan masyarakat Gampong Seunaloh, Kecamatan Balangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya), menyegel kantor desa setempat, Rabu (24/7/2019).

Penyegelan itu dilakukan sebagai bentuk protes masyarakat terhadap penetapan dan pelantikan Pj keuchik Gampong Seunaloh.

Pasalnya, Pj keuchik yang dilantik yaitu M Isa, tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.

Karena, dalam beberapa waktu lalu, masyarakat mengusulkan
tiga nama yaitu H Bustami, Juliman dan Asman.

Sementara yang dilantik oleh Asisten Pemerintahan, Amrizal SSos, Selasa (23/7/2019) sore adalah M Isa yang tidak lain adalah Pj sebelumnya, dan menuai penolakan dari masyarakat.

Baca: 9 Fakta Satriandi, Mantan Polisi Jadi Gembong Narkoba, Lompat dari Lantai 8 dan Tewas Ditembak

Baca: Hasto Kristiyanto Ungkapkan Poin Penting yang Akan Dibicarakan Megawati-Prabowo Siang Ini

Baca: Banda Aceh Raih Adipura Tingkat Provinsi

Camat Balangpidie, Krisnur SP dan kapolsek Blangpidie, Iptu Karnopi yang hadir di tengah masyarakat meminta masyarakat agar duduk dan menyampaikan apa saja yang menjadi dasar mereka menolak Pj Keuchik yang dilantik tersebut.

"Karena persoalan dan penetuan itu bukanlah atas keputusan saya, namun kenapa M Isa masuk, karena aturannya, beliau harus masuk dalam usulan," katanya.

Menanggapi hal itu, salah seorang masyarakat berharap bahwa yang dilantik bukanlah M Isa.

"Meunyo kamoe soe mantong jeut, asai bek jih, karena kamo rasa kiban sithon likot (kalau kami siapa saja boleh, asal janga dia,karena sudah kami rasa satu tahun beliau memimpin)," tegasnya.

Seusai bermediasi dan bersepakat bahwa persoalan yang terjadi di desa agar disampaikan dalam surat dan disampaikan kepada pihaknya, akhirnya mereka pun membubarkan diri dengan tertib.(*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved