Ayah Angkat Bunuh Anak Pakai Racun Tikus Mulai Disidangkan

Dua terdakwa kasus pembunuhan M Amin alias Bambang (26) pemuda berkebutuhan khusus asal Desa Pante Baro

Ayah Angkat Bunuh Anak Pakai Racun Tikus Mulai Disidangkan
SERAMBI/JAFARUDIN
TERDAKWA kasus pembunuhan anak angkat yang menggunakan racun tikus (kiri) menaiki mobil tahanan setelah menjalani sidang di PN Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (24/7 

LHOKSUKON – Dua terdakwa kasus pembunuhan M Amin alias Bambang (26) pemuda berkebutuhan khusus asal Desa Pante Baro Glee Siblah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen dengan menggunakan racun tikus, Rabu (24/7) disidangkan di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara.

Terdakwa pertama yang menyuruh membunuh korban adalah ayah angkat korban, Zulisupandi alias Om Pandi (54), asal Desa Pante Desa Pante Baro Glee Siblah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen. Kemudian Suryadi alias Isur (42) warga Desa Pekan Gegang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang meracuni korban dengan menggunakan racun tikus.

Seusai membuka sidang, Ketua majelis hakim, T Latiful SH didampingi dua hakim anggota, Bob Rosman SH dan Maimunsyah SH mempersilahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk membacakan materi tuntutan. Sedangkan kedua terdakwa hadir ke ruang sidang didampingi dua pengacaranya, Abdullah Sani Angkat dan Taufik M Noer SH.

Materi yang dibacakan jaksa antara lain menguraikan kronologis pembunuhan yang sudah direncanakan kedua terdakwa. Setelah meracuni korban, Suryadi kembali ke Langkat. Dia diberi ongkos 1.050.000 oleh terdakwa Zulisupandi. Dalam dakwaan itu juga disebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium kriminalistik dalam tubuh korban, usus, dan lambung korban ditemukan insektisida jenis Carbamate.

Berdasarkan keterangan saksi ahli, bila racun insektisida yang digunakan terdakwa dimasukkan ke tubuh manusia, dan makhluk lainnya dapat menyebabkan keracunan. Gejalanya, mual, muntah dan nyerih lambung, dan kejang yang dapat berakibat kematian.

Menurut jaksa, terdakwa masih memiliki waktu untuk membatalkan rencana pembunuhan tersebut, tapi tidak dilakukan. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 340 KUHPidana Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUPidana. Seusai mendengar dakwaan itu, hakim menunda sidang sampai Rabu (31/7) dengan agenda pemeriksaan saksi.

Diberitakan sebelumnya, tim Reskrim Polres Lhokseumawe dibantu Subdit II Jatanras Polda Aceh berhasil menangkap Suryadi pada 11 Maret 2019 di kawasan Pematang Siantar, Sumatera Utara. Kasus ini terungkap menyusul polisi memeriksa ayah korban pada 9 Maret atau setelah jenazah korban dikebumikan di Desa Lagang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved