Rumah Wartawan Terbakar
Empati Warga terhadap Wartawan Serambi Korban Kebakaran, Bantuan Pun Terus Mengalir
Setelah rumahnya dibakar OTK, Wartawan Serambi Indonesia di Aceh Tenggara (Agara), Asnawi Luwi, kini terpaksa mengungsi ke rumah kakaknya.
Penulis: Rasidan | Editor: Yusmadi
Laporan Rasidan | Aceh Tenggara
SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Setelah rumahnya dibakar OTK, Wartawan Serambi Indonesia di Aceh Tenggara (Agara), Asnawi Luwi, kini terpaksa mengungsi ke rumah kakaknya yang tidak jauh dari lokasi tersebut.
Pantauan Serambinews.com di lokasi, silih berganti warga terus berdatangan mengunjungi kediaman korban di Desa Lawe Loning Aman, Lawe Sigala-gala, Agara.
Warga datang sembari menyalurkan bantuan dan mengucapkan rasa duka atas musibah kebakaran tersebut.
Bukan hanya warga dan sahabat dekat yang mendatangi kediaman korban, tetapi juga sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Agara seperti Sekda Agara bersama sejumlah kepala SKPK lainnya menyambangi rumah korban.
Mereka juga membawa bantuan sembako dan bantuan lainnya.
"Alhamdulilah bantuan pun terus mengalir, bahkan setiap saat Hp korban pun terus berdering panggilan masuk untuk menanyakan keadaan korban saudara Asnawi," sebut abang korban, Muslim kepada Serambinews.com, Rabu (31/7/2019).
Berita lainnya
Baca: Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah Tegaskan, Polisi Harus Sigap Usut Pembakaran Rumah Wartawan Serambi
Baca: Wartawan Serambi Asnawi Selama Ini tak Ada Masalah dengan Warga Desanya
Baca: Di Balik Terbakarnya Rumah Wartawan Serambi di Agara, Sang Ibu Terus Bertanya
Lanjutnya, saat ini korban terpaksa mengungsi ke rumah kakaknya yang berjarak sekitar 30 meter dari lokasi kejadian.
Sedangkan rumah orang tua (mamak) berjarak sekitar 250 meter lebih kurang dari rumah korban Asnawi yang dibakar OTK tersebut.
"Rumah kakak lebih dekat dibandingkan rumah mamak dengan rumah Asnawi telah dibakar itu yang dibangunnya dan ditempatinya dalam 8 tahun terakhir ini," kata kakak korban Asma didampingi ibu korban Sariati, kepada Serambinews.com saat mendampingi korban di lokasi.
Berita terkait lainnya
Baca: Misteri Pria Tinggi Besar, Di Balik Kebakaran Rumah Wartawan Serambi di Aceh Tenggara
Baca: VIDEO - Rumah Wartawan Serambi di Aceh Tenggara Diduga Dibakar OTK
Baca: PWI Abdya Kecam Pembakaran Rumah Wartawan Serambi di Aceh Tenggara
Sebelumnya diberitakan, rumah semi permanen milik Asnawi Luwi, Wartawan Serambi Indonesia di Aceh Tenggara, diduga dibakar OTK, Selasa (30/7/2019) sekitar pukul 01.30 WIB.
Akibatnya, mobil hangus, plafon dan kamar juga hangus.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB setelah mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Sejumlah masyarakat mengatakan, api dengan cepat menjalar bangunan garasi mobil yang terbuat dari terplek dan kayu.
Api membara sekaligus ke sekeliling garasi mobil sehingga dengan cepat membakar seluruh bangunan.
Masyarakat memadamkan api dengan menyiram air.
Namun, api tidak bisa dipadamkan sehingga mobil hangus.
Namun, setelah dua mobil Damkar tiba api pun padam.
Musibah itu langsung ditinjau Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Rahmad Hardeny Yanto Ekosahputro SIK, Wabup Agara, Bukhari, Kadis Sosial, Karimin, Kadis Syariat Islam, M Ikbal Selian.
Berita terkait lainnya
Baca: Rumah Wartawan Serambi Dibakar OTK, Warga Lihat Seorang Berkacamata Hitam Berjalan ke Rumah Korban
Baca: Wakil Ketua DPRA Minta Polisi Usut Tuntas Insiden Kebakaran Rumah Wartawan Serambi
Baca: PFI Aceh Desak Polisi Bekuk Pelaku Pembakaran Rumah Jurnalis Serambi dalam 2x24 Jam
Korban kebakaran, Lisnawati, mengatakan, saat ini mereka panik, pihaknya berlari membawa satu anak yang paling kecil berusia 3 tahun.
Sedangkan, suaminya, berlari membawa kedua anak laki-laki yang tertidur pulas.
Mereka keluar melalui lewat pintu belakang rumah, karena asap dan api telah menjalar di bagian depan rumahnya hingga ke ruang tamu.
Mereka menduga, rumah yang terbakar tersebut diduga ada unsur kriminalitas terhadap pembakaran rumah mereka oleh OTK, karena suaminya bekerja sebagai wartawan di Agara.
Bahkan, sebelumnya, juga ketika suaminya ke Banda Aceh ada orang tidak dikenal mendatangi rumahnya mencari-cari suaminya.
Dan, gerak-geriknya mencurigakan karena berkeliling memperhatikan rumahnya.
"Kami minta Kapolda Aceh dapat mengungkap kasus pembakaran rumah wartawan tersebut. Ini diduga ada kaitan untuk membungkam wartawan yang menulis kebenaran," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bantuan-untuk-korban-asnawi-luwi.jpg)