Bupati Janji Selamatkan AKN, Jadi Bahasan ‘Coffee Morning’ Kapolres
Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH berjanji akan mencari solusi untuk menyelematkan Akademi Negeri (AKN) Abdya yang ‘mati suri’ sejak akhir tahun 2018
BLANGPIDIE - Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH berjanji akan mencari solusi untuk menyelematkan Akademi Negeri (AKN) Abdya yang ‘mati suri’ sejak akhir tahun 2018 lalu. Hal ini diungkapkan dalam dalam acara coffee morning yang dilaksanakan Kapolres Abdya, AKBP Moch Basori SIK di mapolres setempat, Jumat (2/8) pagi. Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPRK, kepala SKPK, dan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Abdya Sejahtera (Geranat).
Kapolres Abdya, AKBP Mohc Basori SIK pada kesempatan itu mengajak semua tamu yang hadir agar sama-sama memberikan pendapat terkait keberlangsungan kampus AKN Abdya yang kini terbengkalai.
Ia mengajak, pihak terkait mencari solusi untuk menyelematkan akademi yang berdiri pada 29 Agustus 2014 berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 241/P/2014 Tentang Perguruan Tinggi Penyelenggara Program Studi di Luar Domisili tersebut. "Melalui coffee morning ini, semoag saja masalah yang melilit kampus AKN akan ditemukan jalan keluarnya. Untuk itu, persoalan ini harus disikapi dengan sportif," ujarnya.
Sedangkan para mahasiswa AKN Abdya meminta pemerintah segera mengfungsikan kembali kampus yang sejak beberapa tahun terakhir nonaktif. "Kami berharap, AKN ini segera difungsikan mengingat Abdya masuk dalam daftar calon KEK di Barat Selatan Aceh," ujar Muhammad Azmi, salah seorang mahasiswa AKN tersebut.
Ia menyebutkan, sejak kehadiran AKN pada 2014 silam, telah banyak lahir tenaga terampil di Abdya yang bekerja pada sejumlah perusahan di luar Aceh.
Sementara itu, Bupati Abdya, Akmal Ibrahim mengungkapkan, untuk menyelesaikan persoalan AKN, pemerintah tidak bisa bekerja menurut pendapat. Karena, ucapnya, secerdas apa pun pemerintah tetap harus mengikuti regulasi dan aturan yang berlaku.
"Mengenai AKN, sejak saya dilantik sudah menganggarkan dana sebesar Rp 3 miliar untuk mensupport akademi itu. Persoalannya sekarang, apakah uang itu bisa dicairkan atau tidak? Jadi mesti dilihat dulu aturannya agar tidak menyalahi ketentuan yang berlaku," papar Akmal.
Sesuai dengan jalurnya, lanjut dia, negara telah memberi kewenangan bahwa jenjang pendidikan tingkat SD/SMP ranahnya di bawah kabupaten/kota, SMA sederajat merupakan wewenang provinsi, dan perguruan tinggi itu langsung ditangani pusat. "Namun karena terjadi perubahan politik di tingkat pusat, maka AKN ini tidak berjalan lagi dan tunduk ke Politeknik Payakumbuh, Sumatera Barat," terangnya.
Bahkan, beber Bupati, setelah berdiskusi dengan pengurus di Payakumbuh, ternyata AKN tidak bisa menjadi negeri dan mandiri karena iuran SPP disubsidi oleh pemerintah. "Namun perlu saya tegaskan kembali bahwa pemerintah sudah mensupport dana sebesar Rp 3 miliar untuk AKN. Kalau hari ini bisa dicairkan, langsung cair, tapi ini masih kita kaji. Biar ini terbuka, kalian (para mahasiswa AKN) boleh ikut dengan tim dan membahas persoalan ini," tukasnya.
Akmal berjanji, Pemkab Abdya akan terus berupaya agar AKN itu berfungsi kembali. Sebagai bentuk keseriusan, Bupati telah memerintahkan Wakil Bupati (Wabup) Muslizar MT bersama Sekda Thamrin , serta asisten, dan pengurus AKN untuk datang langsung ke Payakumbuh, Sumatra Barat guna mencari solusi jitu penyelesaian masalah AKN supaya tidak berlarut-larut.
"Wewenang kami hanya sebatas memberikan bantuan. Kalau diminta garansi kapan masalah AKN akan selesai, kami tidak bisa memberikannya. Tapi, kalau diminta bantu, sampai hari kiamat pun akan kami bantu," tegas Bupati Akmal di hadapan para mahasiswa yang hadir.
Sementara itu, Sekda Aceh Barat Daya (Abdya), Drs Thamrin bersama tim dan pengurus Akademi Komunitas Negeri (AKN) Abdya mengunjungi Politeknik Payakumbuh, Sumatra Barat (Sumbar), kemarin. Dalam pertemuan itu, Sekda yang juga didampingi Wakil Bupati (Wabup) Abdya, Muslizar MT, menyampaikan persoalan ‘mati suri’ nya AKN Abdya kepada petinggi Politeknik Payakumbuh.
Sekda Abdya, Drs Thamrin mengatakan, bahwa pihak Politeknik Payakumbuh menyambut baik kedatangan tim Pemkab Abdya. Mereka juga berjanji menyelesaikan persoalan AKN Abdya yang saat ini nonaktif. "Alhamdulillah, sambutan mereka sangat positif. Bahkan mereka berjanji akan mewisudakan para mahasiswa AKN yang telah menyelesaikan uji hasil praktikum atau Laporan Tugas Akhir (LTA)," ujar Drs Thamrin kepada Serambi, Sabtu (3/8).
Menurut Sekda, wisuda para mahasiswa itu ditargetkan paling lambat akan dilakukan pada November 2020. "November itu paling lambat, tapi kita berharap bisa secepatnya," ucapnya.
Untuk diketahui, saat ini ada 92 mahasiswa dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan dan Teknologi Pangan angkatan kedua atau tamatan 2017, yang belum diwisuda. Padahal, puluhan mahasiswa itu telah menyelesaikan LTA mereka yang merupakan syarat untuk mendapatkan ijazah dari kampus tersebut. Informasi yang diperoleh Serambi dari salah seorang dosen di AKN Abdya menyebutkan, seharusnya wisuda itu dilakukan pada September atau paling lambat Oktober 2018.(c50)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pertemuan-polres-abdya-geranat-dan-forkopimda-abdya.jpg)