Seuramoe UMKM

Menenteng Bordir Montasik untuk Suvenir  

KEMBALI dari pelesiran tanpa menenteng oleh-oleh adalah sebuah kesalahan. Jika Anda berkunjung ke Aceh, aneka kreasi bordir

Menenteng Bordir Montasik untuk Suvenir   
SERAMBI/HARI MAHARDHIKA
PRODUKSI DAYAH DABOH-Tas bordir Aceh produksi 'Cantik Souvenir' Gampong Dayah Daboh, Kecamatan Montasik, Aceh Besar. SERAMBI/HARI MAHARDHIKA 

KEMBALI dari pelesiran tanpa menenteng oleh-oleh adalah sebuah kesalahan. Jika Anda berkunjung ke Aceh, aneka kreasi bordir layak masuk dalam daftar buah tangan. Mulai dari dompet, tas, hingga pakaian dengan berbagai corak dan ukuran.

Gampong Dayah Daboh, Kecamatan Montasik, Aceh Besar, ini dikenal sebagai sentra bordir khas Aceh. Berdiri sejak 1996, saat ini di desa tersebut telah ada sekitar 50-an perajin yang terbagi atas 12 kelompok. Satu di antaranya, yaitu 'Cantik Souvenir'. Keahlian para perempuan Montasik dalam membordir, telah diwariskan dari generasi ke generasi.

"Alhamdulillah untuk tahun ini kami pribadi penjualannya meningkat. Walaupun pasar lagi sepi nggak terima barang, alhamdulillah kami mendapat orderan dari beberapa dinas terkait dari bulan 10 (2018)," ujar Sri, salah seorang perajin 'Cantik Souvenir' kepada Serambi baru-baru ini.

Suara mesin jahit memenuhi udara. Tangan-tangan terampil itu terlihat piawai memainkan simpul-simpul benang. Untuk kemudian menerapkannya dalam aneka corak dalam balutan warna menyala. Karena `jam terbang' pula, mereka tak lagi perlu memakai pola.

Sri mengaku, baru-baru ini mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Bank Indonesia (BI). Keahlian membordir usaha keluarga ini, diwariskan secara turun temurun. Proses pembuatannya dimulai dari membuat pola, menjahit dasar, dan menerapkan motif. Dikerjakan dengan mesin jahit khusus yang memproduksi 5-10 produk per hari.

Motifnya berupa pinto Aceh, pucok rebong, dan kerawang Gayo dengan menerapkan warna-warni khas Aceh. Mau pesan khusus atau membeli langsung? bisa. Dibanderol mulai harga Rp 10 ribu-Rp 300 ribuan per satuan. Menjadi sumber mata pencaharian bagi sebagian kaum perempuan desa setempat.

"Kami membuat untuk stok dan juga menerima pesanan dengan kualitas lokal untuk oleh-oleh dan juga kualitas internasional untuk pemakaian sendiri," imbuh perajin lainnya, Eva Sofia (30).

Hasil karya mereka, mejeng memenuhi etalase-etalase toko dan diperjualbelikan secara online. Meramaikan khasanah wastra nusantara. Bordir, souvenir khas Aceh yang cocok ditenteng untuk oleh-oleh. Kini, karya warga Montasik tersebut bahkan telah merambah pasar dunia. Saatnya produk lokal naik kelas.(rul)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved