Jadi Penyebab Penembakan Massal, Haruskah Penyakit Mental dan Video Game Disalahkan?

Beberapa penembak massal memiliki riwayat skizofrenia atau psikosis, tetapi banyak yang tidak.

Jadi Penyebab Penembakan Massal, Haruskah Penyakit Mental dan Video Game Disalahkan?
Kolase Unsplash, Wallpaperswide.com, ABC News
Apakah penyakit mental dan video game patut disalahkan atas penembakan massal? 

Jadi Penyebab Penembakan Massal, Haruskah Penyakit Mental dan Video Game Disalahkan?

SERAMBINEWS.COM - Penembakan massal belakangan ini menjadi hal yang sangat disoroti di Amerika Serikat.

Setiap kali penembakan massal terjadi, Amerika Serikat juga berbicara tentang kesehatan mental.

Melansir Science Alert, Selasa (6/8/2019), banyak politisi dengan cepat mengatakan bahwa pikiran para penembak yang terganggu.

"Penyakit mental dan kebencian menarik pelatuknya. Bukan senjata ," kata Presiden Trump, Senin, setelah dua penembakan massal dalam waktu kurang dari 24 jam.

Jadi, apakah penyakit mental yang harus disalahkan atas penembakan massal Amerika? Menurut penelitian, tidak.

Beberapa penembak massal memiliki riwayat skizofrenia atau psikosis, tetapi banyak yang tidak.

Baca: Terindikasi Jual Beli Amunisi di Papua, Oknum TNI Ditangkap Saat Ikut Upacara Duka

Baca: Penembakan di Texas dan Ohio Tewaskan 29 Orang, Ini 10 Penembakan Paling Mematikan dalam Sejarah AS

Baca: Kisah Cinta Sehidup Semati, Kakek dan Nenek Ini Meninggal dalam Waktu Hampir Bersamaan

Sebagian besar penelitian tentang penembak massal telah menemukan bahwa hanya sebagian kecil yang memiliki masalah kesehatan mental.

Dan para peneliti telah mencatat sejumlah faktor lain yang merupakan prediktor kuat seseorang menjadi penembak massal: rasa dendam yang kuat, keinginan untuk melakukan fitnah, studi peniru terhadap penembak lain, kekerasan rumah tangga masa lalu, narsisme dan akses ke senjata api.

Menurut peneliti mengambinghitamkan penyakit mental atas penembakan massal dianggap sebagai solusi sederhana.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved