Breaking News:

Unjuk Rasa

Tagih Janji Bupati, Gerakan Masyarakat Sengsara Hidup Unjuk Rasa di Kantor DPRK

Begitu juga halnya dengan pelepasan 200 meter kiri kanan jalan Gor-Sebatang serta penunjukan tapal batas HGU Nafasindo yang baru seluas 8.300 hektar

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Masa yang tergabung dalam LSM Perlahan dan Gerakan Masyarakat Sengsara Hidup, melakukan unjuk rasa ke kantor DPRK Aceh Singkil, di kawasan Kampung Baru, Singkil Utara, Selasa (6/8/2019). 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Massa yang tergabung dalam LSM Perlahan dan Gerakan Masyarakat Sengsara Hidup, melakukan unjuk rasa ke kantor DPRK Aceh Singkil, di kawasan Kampung Baru, Singkil Utara, Selasa (6/8/2019).

Pengunjuk rasa menuntut Bupati Aceh Singkil, Dulmuarid realisasikan janjinya dalam menyelesaikan sengketa lahan antarawarga dengan PT Nafasindo.

Menurut demosntran pada 8 Januari lalu saat rapat dengan pihaknya, Bupati berjanji menyelesaikan tapal batas lahan seluas 673,7 hektare dan pelepasan 200 meter kiri kanan ruas jalan Gor-Sebatang. Kemudian menentukan tapal batas HGU Nafasindo yang baru.

Namun janji itu tak terealisasi, sehingga pihaknya melakukan unjuk rasa.

Dalam orasinya di kantor DPRK para pengunjuk rasa minta lahan seluas 673,7 hektare diserahkan pada masyarakat hari ini juga.

Begitu juga halnya dengan pelepasan 200 meter kiri kanan jalan Gor-Sebatang serta penunjukan tapal batas HGU Nafasindo yang baru seluas 8.300 hektar dilakukan hari ini juga.

"Serahkan lahan kepada masyarakat sekarang," teriak Syafar Siregar orator unjuk rasa.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved