Istri Bunuh Suami

Dituntut Mati, Dua Terdakwa Pembunuh Pedagang Es Campur di Aceh Utara Ini Hadapi Vonis Hakim

Keduanya adalah Jamaliah alias Novi (30) istri korban dan Musliadi alias Adi (26), warga Desa Matang Manyam Kecamatan Baktiya Aceh Utara.

Dituntut Mati, Dua Terdakwa Pembunuh Pedagang Es Campur di Aceh Utara Ini Hadapi Vonis Hakim
IST
KAPOLRES Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin didampingi Wakapolres Kompol Edwin Aldro dan Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah memegang barang bukti yang digunakan tersangkapembunuh pedagang es campur dalamkonferensi pers di Mapolres setempat, Kamis (24/1). 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara Rabu (7/8/2019) siang ini dijadwalkan menggelar sidang pamungkas kasus pembunuhan pedagang es campur, Jajuli (34) warga Desa Ujong Kulam Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.

Agenda sidang hadi ini adalah mendengar materi amar putusan bagi kedua terdakwa.

TERSANGKA memperagakan saat membunuh pedagang es campur di rumahnya Desa Ujong Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara dalam rekonstruksi, Senin (18/2).
TERSANGKA memperagakan saat membunuh pedagang es campur di rumahnya Desa Ujong Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara dalam rekonstruksi, Senin (18/2). (SERAMBI/JAFARUDDIN)

Keduanya adalah Jamaliah alias Novi (30) istri korban dan Musliadi alias Adi (26), warga Desa Matang Manyam Kecamatan Baktiya Aceh Utara.
Keduanya mulai disidangkan dalam kasus tersebut pada 23 April 2019.

Diberitakan sebelumnya, Jajuli ditemukan oleh istrinya tewas bersimbah darah dengan luka gorok di bagian leher, Sabtu (15/9/2018) sekira pukul 02.30 WIB, di tempat tidur dalam kamarnya.
Sebelum kejadian itu, Jamaliah mengaku tertidur saat menidurkan anaknya dalam kamar lain.

Baca: Tujuh Orang Paling Kuat dan Berpengaruh di Lingkaran Jokowi, Ini Profil Mereka

Baca: Dulu Seperti Bumi, Setelah Dilanda Tsunami Mars Jadi Seperti Sekarang, Bumi Akan Alami Nasib Serupa?

Baca: PLN Kompensasi Konsumen dengan Potong Gaji Pegawai, Pemerintah Juga Harus Ikut Tanggung Jawab

DUA terdakwa kasus pembunuhan pedagang es campur mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (23/4).
DUA terdakwa kasus pembunuhan pedagang es campur mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (23/4). (IST)

Belakangan terungkap pelaku pembunuhan itu dilakukan Musliadi atas suruhan Jamaliah istri korban, setelah keduanya menjalin hubungan asmara.

Bahkan keduanya mengaku sudah melakukan hubungan badan.

Agenda pembacaan amar putusan tersebut dijadwalkan pada 1 Agustus 2019 lalu.

Namun, karena materi amar putusan belum rampung, sehingga Ketua Majelis Hakim T Latiful SH didampingi dua hakim anggota Bob Rosman SH dan Fitriani SH menunda sidang tersebut pada 7 Agustus.

Dalam menjalani proses persidangan, kedua terdakwa tersebut didampingi dua pengacaranya, Taufik M Noer SH dan Abdullah Sani Angkat SH.

Kedua terdakwa dituntut dengan pidana mati oleh Jaksa Penuntutu Umum Kejari Aceh Utara pada Selasa 9 Juli 2019.

Karena menurut jaksa, perbuatan terdakwa melanggar Pasal 340 KUHPidana Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sementara pengacara terdakwa dalam materi pleidoinya meminta majelis hakim untuk mempertimbangkan tuntutan Jaksa.

Terdakwa, kata Taufik, selama di persidangan telah mengakui terus terang, dan menyesali perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi lagi, karena itu Taufik meminta pertimbangan hakim.(*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved