Rabu, 17 Juni 2026

Asap Makin Pekat, Helikopter Water Bomber Dikerahkan ke Aceh Barat

Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Aceh Barat sudah semakin pekat, seiring makin parahnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBI/RIZWAN
Pengendara melewati Jalan Kayu Puteh, Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat yang diselimuti asap karena kebakaran lahan dan hutan, Rabu (7/8). 

MEULABOH - Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Aceh Barat sudah semakin pekat, seiring makin parahnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi. Pemkab juga telah menetapkan status siaga darurat asap yang akan berlaku hingga 31 Oktober 2019.

Upaya pemadaman karhutla juga masih terus berlangsung. Informasi yang diperoleh Serambi, Rabu (7/8), pemadaman dilakukan di beberapa titik, salah satunya di kawasan Alue Penyareng, Kecamatan Meureubo. Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang berasal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, TNI, dan Polri.

"Tim sedang memadamkan di Alpen (Alue Penyareng)," ujar seorang petugas BPBD kepada Serambi. Selain di Alpen, titik kebakaran lahan juga terdapat di Kecamatan Bubon yang tersebar mulai dari Seuneubok Trap, Suak Pangkat dan Peulante, serta di Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan. Selain itu juga ada titik baru karhutla, yakni di Kecamatan Woyla Barat.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMGK) Meulaboh-Nagan Raya, Rizky P Hartiwi STr, menyebutkan, hingga kemarin terdeteksi ada dua titik karhutla, yakni di Kecamatan Bubon dan Woyla Barat. "Sejauh ini belum ada potensi hujan hingga tiga hari ke depan," imbuhnya.

Status darurat

Menyikapi kondisi ini, Bupati Aceh Barat, H Ramli MS, mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 550/2019 tentang Penetapan Status Keadaan Siaga Darurat Asap Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). SK itu dikeluarkan tanggal 5 Agustus 2019 yang akan berlaku hingga 31 Oktober 2019.

SK itu turut ditembuskan ke Menteri Dalam Negeri, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala BNPB, Gubernur Aceh, Ketua DPRA, BPBA, Bappeda Aceh, Ketua DPRK, dan Inspektorat Aceh Barat. Isinya antara lain disebutkan bahwa penetapan status keadaan siaga darurat asap dampak karhutla akan ditindaklanjuti dengan pembentukan pos komando yang melibatkan perangkat daerah dan instansi terkait dan fungsinya dalam upaya penangulangan bencana asap akibat karhutla.

Terkait dengan penetapan status tersebut, Ramli kembali menyurati Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tertanggal 5 Agustus, perihal permohonan bantuan helikopter untuk membantu proses pemadaman karhutla.

"Sehubungan terjadi karhutla di Aceh Barat dengan luas 121,8 hektare dan telah menimbulkan asap. Lokasi kebakaran sebagian sulit dijangkau kendaraan pemadam dan terbatas sarana termasuk air, dan kami memohon BNPB membantu satu unit helikopter melakukan pemadaman karhutla dari udara," tulis Bupati Ramli dalam suratnya.

Helikopter

Informasi yang diperoleh Serambi, helikopter bom air (helicopter water bomber) sebagaimana dimaksud bupati, saat berita ini diturunkan tadi malam, dilaporkan sedang dalam penerbangan dari Palembang menuju Bandara Cut Nyak Dhien, Nagan Raya. "Sesuai jadwal Kamis (8/8) siang tiba di Aceh Barat," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), T Ahmad Dadek.

Perihal kedatangan helicopter water bomber ini juga dibenarkan Kepala BNPB Pusat, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo. Pihaknya mengaku sudah mengirimkan satu helikopter ke Aceh Barat sesuai dengan surat permohonan yang diajukan oleh Bupati Ramli MS.

Doni menyampaikan hal itu dalam konfrensi pers kemarin, seusai meninjau Guha Ek Luntie, sebuah gua yang menyimpan sejarah tsunami purba, di kawasan Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Lhong, Aceh Besar. “Sudah terima surat permohonan Bupati Aceh Barat. Hari ini (kemarin) helikopter akan dikirim kemari dan mudah-mudahan sore ini helikopternya tiba, sehingga bisa langsung dioperasionalkan. Jumlahnya satu unit,” kata Doni.

Sementara itu, menyikapi kabut asap yang semakin pekat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Barat juga telah menyiapkan 10.000 masker untuk dibagikan kepada masyarakat dan siswa/pelajar.

"Sudah kita persiapkan. Kita rencanakan besok (hari ini) akan mulai kita bagikan," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Syarifah Junaidah SKM, kepada Serambi, Rabu (7/8).

Namun di titik-titik mana saja masker tersebut akan dibagikan, itu masih belum diputuskan. Syarifah mengatakan, kepastian tentang titik-titik pembagian masker akan diputuskan dalam rapat untuk memastikan bahwa pembagian masker nanti tepat sasaran.

Pembagian masker ini dia katakan bukan kali ini saja dilakukan. Sebelumnya pihak Dinkes juga sudah melakukan pembagian masker. Dinkes juga akan memaksimalkan Puskesmas yang daerah yang dilanda asap karhutla, yakni meminta dengan cepat mengatasi bila ada yang menjadi korban asap karhutla. "Kami terus memaksimalkan dalam mengatasi soal asap karhutla," ujar Syarifah Junaidah.

Data terakhir yang diperoleh Serambi dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), HT Ahmad Dadek, kawasan lahan yang lumayan parah terbakar ada di Aceh Barat dan Nagan Raya. Luas lahan yang terbakar disebutkan mencapai 63 hektare dan 90 persen sudah berhasil dipadamkan dalam beberapa hari terakhir.

"Kondisinya 90 persen sudah bisa dipadamkan, sisanya masih diupayakan. Ada sedikit lagi itu di Aceh Barat yang belum dipadamkan," kata Ahmad Dadek di sela-sela mendampingi Kepala BNPB Pusat, Letnan Jenderal TNI, Doni Monardo kunjungan ke Aceh, kemarin.

Lahan yang terbakar di Aceh Barat ia sebutkan seluas 61,8 hektare. Di Desa Seuneubok Kecamatan  Johan Pahlawan, dikatakannya sudah padam 85 persen. Kebakaran di Desa Seuneubok Trap Kecamatan Bubon seluas 20 hektare juga sudah padam 80 persen. Selanjutnya di Desa Suak Pangkat Kecamatan Bubon seluas 13,5 hektare, juga sudah berhasil dipadamkan 50 persen, termasuk 4,5 hektare di Desa Peulanteu Kecamatan Bubon yang sudah berhasil dipadamkan 60 persen.

"Desa Peunaga Cut Kecamatan Meureubo sudah dipadamkan semua. Dekat kampus UTU sudah padam 90 persen, belakang Kantor Korem dengan luas terbakar 5 hektare sudah pada 20 persen, dan di dekan PT Mifa dengan total lahan terbakar 5 hektare sudah padam 50 persen," kata Dadek.

Sedangkan di Kabupaten Nagan Raya, total luas lahan terbakar hanya di satu kecamatan, yakni di Gampong Kuala Tripa Kecamatan Tripa dengan luas 1,5 hektare. "Ini sudah dapat dipadamkan. Dalam memadamkan di dua kabupaten ini BPBA mengirim bantuan berupa mobil tanki, peralatan karhutla, belanja operasional logistik, dan lainnya. Terima kasih untuk semua tim," ujar Dadek.(riz/dan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved