Sabtu, 13 Juni 2026

Berita Aceh Timur

Ayah Siswi Sakit Perut karena tak Ada Beras Menangis Saat Terima Bantuan

"Padahal semiskin apapun kami, saya tetap berusaha keras untuk menghidupi anak-anak," kata ayah Putri.

Tayang:
Penulis: Zubir | Editor: Mursal Ismail
Serambi
Dinas Pendidikan Aceh Timur diwakili seorang kepala sekolah Suharto menyerahkan bantuan beras kepada Suparno, keluarga kurang mampu di Gampong Tualang, Kecamatan Peureulak Aceh Timur. FOTO SERAMBI/SENI HENDRI 

"Padahal semiskin apapun kami, saya tetap berusaha keras untuk menghidupi anak-anak," kata ayah Putri.

Ayah Siswi Sakit Perut karena tak Ada Beras

Menangis Saat Terima Bantuan

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Setelah viralnya di media sosial dan pemberitaan bahwa Putri Dewi Nilaratih (14), siswi SLTP 4 Peureulak, Aceh Timur, sakit perut di sekolah karena tak sarapan pagi lantaran tak ada beras, Rabu (7/8/2019), hari ini berbagai pihak datang ke rumah gadis ini untuk menyerahkan bantuan sembako.

Salah satunya dari Dinas Pendidikan Aceh Timur yang diserahkan Suharto, seorang kepala sekolah mewakili Kepala Dinas Pendidikan setempat yang datang ke rumah Putri di Dusun Tualang Masjid, Gampong Tualang, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

Ayah Putri bernama Suparno menangis terharu saat menerima bantuan berupa beras dan Indomie itu.

Saat menerima bantuan ini, Suparno didampingi istrinya Mariani dan Putri.

"Terimakasih atas bantuannya pak," ucap Suparno sambil mengusap air mata.

Suparno mengaku terharu dengan pemberitaan tentang anaknya yang mengeluh sakit perut di sekolah akibat tak sarapan lantaran tak ada beras di rumah. 

"Padahal semiskin apapun kami, saya tetap berusaha keras untuk menghidupi anak-anak," kata ayah Putri. 

Baca: Lebaran Idul Adha, Penerbangan Ditunda Sementara Mulai Pukul 07.25- 11.00 WIB

Baca: Bensin dan Pertalite Kosong di Gayo Lues, di Pengecer Malah Melimpah

Baca: 100 Warga Aceh Selatan Terima Bantuan Masing-masing Rp 17,5 Juta dari Kementerian PUPR

Mariani dan anaknya Putri saat ditemui di rumahnya di Gampong Tualang, Kecamatan Peureulak Aceh Timur. FOTO SERAMBI / SENI HENDRI
Mariani dan anaknya Putri saat ditemui di rumahnya di Gampong Tualang, Kecamatan Peureulak Aceh Timur. FOTO SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI (Serambi)

Kemudian, kepada Serambinews.com, ibunda Putri bernama Mariani menceritakan fakta sebenarnya tentang hal ini.

Mariani membenarkan anaknya itu, kemarin Rabu (7/8/2019), pulang sekolah lebih cepat dibanding biasanya karena sakit perut di sekolah.

Namun, ketika itu, Mariani mengaku dirinya tak di rumah karena sedang cari daun pisang untuk persiapan membungkus lontong pada meugang Idul Adha yang tinggal beberapa hari lagi.

"Saya pulang ke rumah pukul 17.00 WIB, jadi tidak tahu cerita kalau Putri sudah viral di medsos. Saya tahu ketika petugas PKH datang ke rumah," cerita Mariani.

Petugas PKH, datang ke rumah untuk konfirmasi apakah bantuan PKH tahap lll 2019 sudah ditarik.

"Saya bilang sudah saya tarik tanggal 10 Juli 2019 sebesar Rp 1,2 juta. Sudah saya pergunakan untuk keperluan anak sekolah," ucap Mariani.

Mariani juga membenarkan anaknya sakit perut karena memang yang bersangkutan memiliki riwayat sakit lambung.

"Kebetulan pada hari itu juga Putri pergi sekolah tidak ada sarapan dan tidak memiliki jajan. Soalnya hari itu, kami juga tidak memiliki uang," ungkap Mariani.

Mariani menambahkan pada Rabu kemarin, ayahnya Putri juga sudah pergi kerja sebagai buruh bangunan di Gampong Pasir Putih.

Sehari sebelumnya ayah Putri baru pulang kerja sebagai buruh bangunan di Banda Aceh. Tapi gajinya belum dibayar.

"Jadi kami sedang menunggu kiriman dari kepala tukang ayahnya di Banda Aceh," cerita Mariani.

Mariani mengatakan, sejak 25 tahun lalu menikah dengan suaminya Suparno hingga kini memiliki tujuh anak, selama ini memang sudah menjadi kebiasaan keluarganya tidak sarapan nasi.

"Jadi kami setiap pagi itu hanya sarapan kue dan minum teh. Ini sudah menjadi kebiasaan. Kalau ada duit ke-4 anak kami yang masih sekolah tetap kami berikan uang jajan, hanya saja Rabu kemarin sedang kosong," tambah Mariani yang berasal dari Saree, Aceh Besar ini.

Mariani mengakui baru sehari setelah viralnya pemberitaan itu, sejumlah pihak turun menyalurkan sembako ke rumahnya, seperti dari petugas PKH, Anggota DPRA Iskandar Usman Alfarlaky, Anggota DPD RI, H Sudirman, dan Dinas Pendidikan Aceh Timur yang menyalurkan beras dan Indomie.

"Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami. Semoga rezekinya semakin berlimpah," ungkap Mariani.

Selain menerima bantuan PKH, ungkap Mariani, pihaknya juga menerima bantuan beras miskin, dan tahun 2019 ini mendapat bantuan rumah rehab dari Gampong Tualang, Kecamatan Peureulak Aceh Timur.

Mariani juga memohon maaf kepada semua pihak jika dengan viralnya berita Putri ada pihak-pihak yang kurang nyaman.

"Kami memang keluarga kurang mampu yang hidup apa adanya, dan serba kekurangan. Namun suami saya tetap bekerja keras mencari rezeki untuk menghidupi keluarga kami," ungkap Mariani, yang sehari-hari bekerja menjual gorengan.

Sebelumnya, ungkap Mariani, jika di rumah tak ada uang dan bekal apapun, mereka selalu minta bantuan kepada kepala dusun gampong setempat.

Namun Rabu kemarin, karena menunggu kiriman gaji dari Banda Aceh, sehingga ia belum meminta bantuan ke kepala dusun.

Pj Keuchik Gampong Tualang, Hasanuddin, mengatakan keluarga Suparno memang keluarga kurang mampu. Namun dia mendapat bantuan raskin, PKH, dari pemerintah.

"Dan tahun 2019 ini kami juga alokasikan dana dari dana desa untuk rehab rumah Suparno," ungkap Hasanuddin.

Hal serupa juga disampaikan Camat Peureulak Nasri.

"Keluarga Suparno mendapatkan semua program untuk keluarga miskin dari pemerintah," ungkap Nasri.

Amatan Serambinews.com, pasangan Mariani dan Suparno, bersama enam anaknya tinggal di rumah berkontruksi kayu, dan beratapkan rumbia.

Dinding rumahnya dibalut triplek yang sudah lapuk. Anak tertuanya sudah menikah dan mendirikan rumah berdekatan dengan rumah orangtuanya.

Sebelumnya viral di medsos, bahwa Putri Dewi Nilaratih (14), siswi SLTP 4 Peureulak, Aceh Timur, terpaksa dibawa pulang ke rumahnya saat jam belajar akibat ia mengeluh sakit perut akibat tak sarapan pagi.

Saat ditanya gurunya kenapa wajahnya lesu dan pucat.

Sambil meneteskan air mata Putri mengeluh sakit perut karena tidak sarapan saat hendak ke sekolah.

Saat gurunya, Nurul Fadilah (27), menyarankan agar sarapan lebih dulu sebelum ke sekolah, dengan nada sedih ia mengatakan bahwa di rumahnya tidak ada beras, sehingga tidak makan.

Putri adalah anak keempat dari enam bersaudara, pasangan Suparno dan Mariani, tinggal di Gampong Tualang, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur. Ayahnya tak memiliki pekerjaan tetap. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved