Berita Aceh Timur

Jelang Idul Adha, Gas Elpiji 3 Kilogram di Aceh Timur Langka dan Mahal

"Mau tidak mau terpaksa kita beli karena sudah menjadi kebutuhan untuk memasak. Tapi harga ini sangat menekan masyarakat miskin,"

Jelang Idul Adha, Gas Elpiji 3 Kilogram di Aceh Timur Langka dan Mahal
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Foto Ilustrasi: Mengangkut gas elpiji. 

"Mau tidak mau terpaksa kita beli karena sudah menjadi kebutuhan untuk memasak. Tapi harga ini sangat menekan masyarakat miskin,"

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM, IDI - Jelang memasuki hari raya Idul Adha 1440 H, gas elpiji 3 kilogram langka dan mahal di Aceh Timur.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram tidak hanya di kota Idi selaku ibu kota kabupaten tapi juga di sejumlah kecamatan lainnya, hingga ke pedalaman Aceh Timur.

Gas langka di Kecamatan Idi Rayeuk, Peudawa, Peuruelak Barat, Peureulak Kota, Ranto Peureulak, dan sejumlah kecamatan lainnya.

Baca: Honda Vario dan Honda CB 150 R Terlibat Laka Lantas di Aceh Jaya, Satu Korban Meninggal Dunia

Akibat kelangkaan ini, di beberapa kios pengecer masih menjual gas elpiji dengan harga mahal.

Tak tanggung-tanggung harga gas elpiji 3 kilogram mencapai 40 ribu per tabung.

"Terpaksa kami juga jual 40 ribu per tabung. Karena kami beli bukan dari pangkalan, kami beli Rp 35 ribu per tabung dari orang yang mengecernya menggunakan mobil," ungkap seorang pengecer di Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Sementara warga mengatakan mereka terpaksa membeli gas elpiji 3 kilogram meski dijual dengan harga 40 ribu per tabung.

Baca: Algojo Cambuk 29 Kali Agen Togel di Aceh Tamiang, Delapan Pejudi Kena 8 Hingga 9 Cambukan

"Mau tidak mau terpaksa kita beli karena sudah menjadi kebutuhan untuk memasak. Tapi harga ini sangat menekan masyarakat miskin," ungkap Aldi seorang warga yang membeli gas elpiji 3 kilogram tersebut.

Aldi merasa heran kenapa memasuki hari besar Islam, kebutuhan utama seperti gas elpiji bisa langka.

Pemerintah terkesan kebablasan, dan tidak mampu melindungi hak masyarakat.

"Pemerintah harus mengevaluasi sistem penjualannya. Dan memastikan masyarakat mendapatkan haknya sesuai dengan harga yang telah disubsidi dan ditetapkan oleh pemerintah. Pemerintah tidak bisa diam, dan harus mampu mengatasi persoalan ini," harap Aldi. (*)

Baca: Kisah Penumpang Boat ke Singkil Diterjang Badai, Baca Yasin Tiga Kali Tamat Hingga Jerit Tangis

Penulis: Seni Hendri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved