Jumat, 12 Juni 2026

Kongres PDI Perjuangan

Soal Jatah Menteri Jokowi, Surya Paloh: Saya Ikhlas, Kalau Dia Perlu NasDem Boleh

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh berbicara mengenai keberadaannya di koalisi pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh saat memberi sambutan dalam pertemuan dengan sejumlah ulama Aceh di Kryad Muraya Hotel, Banda Aceh, Jumat (11/5/2018). 

SERAMBINEWS.COM - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh berbicara mengenai keberadaannya di koalisi pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Salah satunya mengenai jatah kader-kadernya untuk ditempatkan di pemerintahan Jokowi pada periode kedua nantinya.

Surya Paloh mengatakan, mengenai kursi menteri dirinya tak pernah meminta-minta.

"Nasdem nggak pernah minta-minta. Saya harus katakan bahwa Nasdem nggak pernah minta-minta. Tergantung Pak Presiden saja. Dia perlukan Nasdem boleh, enggak diperlukan juga nggak apa-apa," tuturnya.

Hal itu Surya Paloh katakan saat ditemui awak media usai menghadiri pembukaan Kongres V Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar, Kamis (8/8/2019).

Mengenai keberadaan koalisi partainya di pemerintahan Jokowi, Surya Paloh mengatakan sampai saat ini terjaga dengan baik.

"Saya pikir sampai saat ini tetap terjaga secara baik ya. Seperti apa yang kalian pahamin dan seperti saya yakinin berjalan secara baik," tuturnya.

Suasana ini juga masih sama meski saat ini ada isu bahwa masuknya Partai Gerindra di tubuh pemerintahan Jokowi.

Surya Paloh pun memberikan komentar komentar terkait diundanganya Ketua Umum Partai Gerindra di Kongres V PDIP.

Bagi Surya Paloh, undangan itu sangat bagus karena artinya dilakukan secara musyawarah mufakat.

"Artinya musyawarah dan mufakat, adat istiadat, semangat kekeluargaan dapat dirasakan suasananya itu ada," kata dia.

S
Prabowo Hadir di Kongres V PDIP yang digelar Inna Grand Bali Beach, Sanur, Kamis (8/8/2019). (Tribun Bali / Ragil Armando)

Baginya hal itu tidak akan menyurutkan niat partainya untuk tetap berada di koalisi pemerintahan Presiden Jokowi selama lima tahun mendatang.

Terlebih saat ini para elit politik telah semakin menujukkan kedewasaannya dalam berpolitik.

"Kita ini kan bukan berpolitik baru satu minggu. Ya kan sudah cukup lama. Dengan sistem demokrasi yang seperti ini kita sebetulnya harus bisa menyesuaikan sebuah proses yang bisa kita lalui bersama penuh dengan dinamika dialektika dan romantisme itu sendiri," tuturnya.

Menurutnya, diundanganya Prabowo Subianto dalam Kongres Jokowi menunjukkan suasana yang lebih mengukuhkan dalam membangun kesadaran bangsa sehingga bisa bergerak lebih baju.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved