Selasa, 5 Mei 2026

Cuaca Ekstrem

Badai Landa Dewantara, Sejumlah Bangunan Rusak

Ditambahkan, kemungkinan besar jika tidak hujan kedua keluarga tersebut masih bisa tinggal di rumah. Namun, jika hujan deras, mereka tak bisa tinggal

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Foto Dokumen PLN ULP Lhokseumawe
Pohon tumbang mengenai aliran listrik di kawasan Lhokseumawe, Jumat (9/8/2019). 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Badai kembali menerpa terjadi di sejumlah kawasan dalam Kabupaten Aceh Utara, Jumat (9/8/2019) petang.

Akibatnya sejumlah rumah warga dan tempat pemotongan batu-bata rusak.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, empat bangunan di Desa Paloh Igeuh Kecamatan Dewantara, Aceh Utara rusak setelah diterpa angin kencang.

Empat bangunan itu, dua diantaranya adalah rumah dan dua lagi bangunan tempat pemotongan batu-bata.

Masing-masing rumah berkonstruksi semi permanen milik Abdurahman (53), kemudian rumah berkonstruksi kayu milik Bustaman (37).

Sedangkan tempat pemotongan batu-bata milik Iskandar (37) dan Nurdin (60).

Baca: Listrik untuk 7.000 Pelanggan di Lhokseumawe dan Aceh Utara Padam, Ini Penjelasan PLN

Baca: Meski tidak Libur, Pelajar di Lhokseumawe Tetap tak Bersekolah di Hari Meugang

Baca: Telkomsel Adakan The NextDev Talent Scouting 2019, Ayo Daftarkan Startup Anda

“Sal bata atau tempat pemotongan batu-bata yang rusak diterpa angin kencang berukuran 7x45 meter,” ujar Kepala Dusun Calok Giri Desa Paloh Igeuh Razali kepada Serambinews.com.

Kini bangunan tersebut tak bisa digunakan lagi, karena sudah roboh.

Sedangkan rumah Bustamam dan Abdurrahman rusak pada pada bagian atapnya.

“Kedua rumah tersebut atapnya diterbangkan angin. Beruntung saat kejadian tersebut korban sudah pergi dari rumah untuk menyelamatkan diri,” ujar Razali.

Karena mereka tak berani bertahan di rumah, sebab anginnya sangat kencang.

“Sepertinya bukan angin kencang, tapi angin puting beliung. Memang saat hujan deras itu sangat kencang sekali,” kata Razali.

Ditambahkan, kemungkinan besar jika tidak hujan kedua keluarga tersebut masih bisa tinggal di rumah. Namun, jika hujan deras, mereka tak bisa tinggal karena atap rumah keduanya sudah rusak diterbangkan angin.

Informasi yang diterima Serambinews.com, angin kencang juga melanda kawasan lainnya.

Tapi Serambinews.com belum menerima laporan terkait kerusakan bangunan di tempat lain.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved