Berita Kutaraja

Atasi Banjir Genangan, TRC PUPR dan Dinas Kebersihan Bersihkan Lubang Saluran

Akibat air yang tidak mengalir dengan lancar, menyebabkan banjir genangan terjadi di sejumlah lokasi.

Penulis: Misran Asri | Editor: Yusmadi
zoom-inlihat foto Atasi Banjir Genangan, TRC PUPR dan Dinas Kebersihan Bersihkan Lubang Saluran
For Serambinews.com
Petugas Dinas PUPR dan DLHK3 Banda Aceh membersihkan sampah dari lubang saluran di kawasan Simpang Surabaya, Banda Aceh saat terjadi banjir genangan, Sabtu (10/8/2019).

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Hujan deras yang mengguyur Kota Banda Aceh dan sekitarnya sejak pagi hari sampai menjelang malam, menyebabkan sejumlah saluran dan lubang kereb di sejumlah jalan utama, tidak berfungsi dengan baik.

Akibat air yang tidak mengalir dengan lancar, menyebabkan banjir genangan terjadi di sejumlah lokasi.

Menyikapi kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Banda Aceh dan Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, cepat merespons kondisi tersebut.

Kepala Dinas PUPR, Jalaluddin MT kepada Serambinews.com, Sabtu (10/10/2019) mengatakan sejumlah lokasi yang selama ini sering ditemui terjadi banjir genangan telah teratasi.

"Kami harapkan juga kesadaran seluruh warga Kota Banda Aceh untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di dalam saluran, karena DLHK3 sendiri sudah menyediakan sejumlah kontainer," kata Jalaluddin.

Baca: Banjir Genangan Teratasi

Baca: Sejumlah Titik Jalan Nasional di Abdya Terendam Banjir Genangan

Baca: Kecamatan Banda Alam Diremdam Banjir Genangan

Ia pun berharap warga pun tergugah untuk membersihkan saluran, terutama di depan rumah atau lingkungannya, sehingga pada saat hujan lebat turun, minimal permasalahan banjir genangan sudah teratasi.

Selama ini ungkapnya, tugas dan pekerjaan membersihkan saluran dan mengangkat sampah dari lubang kereb hanya dilakukan petugas. Meski, itu diakui itu menjadi tugas dan tanggung jawab petugas.

Namun, tanpa bantuan masyarakat, tenaga para petugas juga sangat terbatas.

"Kita mengharapkan tertanam sebuah pemikiran bahwa kota ini milik kita bersama, sehingga baik, buruknya kota ini sangat tergantung pada peran aktif masyarakatnya," pungkas Jalaluddin. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved