Jamaah Tidur Berhimpitan dalam 3.657 Tenda

Dua hari ini jamaah haji berada Mina, tempat persiapan melempar jumrah, sebanyak 200 ribu lebih jamaah haji asal Indonesia

Jamaah Tidur Berhimpitan dalam 3.657 Tenda
IST
Laporan MOHD DIN, WARTAWAN Serambi Indonesia

Dua hari ini jamaah haji berada Mina, tempat persiapan melempar jumrah. Sebanyak 200 ribu lebih jamaah haji asal Indonesia, tidur berhimpitan dalam 3.657 tenda yang disediakan.

Pemerintah, sesuai keterangan Kementerian Agama RI, beberapa hari lalu mengatakan, belum idealnya tenda haji tersebut karena sulitnya melakukan penambahan jumlah tenda karena lahan yang tersedia terbatas. Pemerintah sedang memikirkan kemungkinan membuat tenda bertingkat. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang sekaligus Amirul Haj mengatakan, pihaknya terus berbenah.

Akibat terbatasnya jumlah tenda dibanding jumlah jamaah, banyak jamaah terpaksa tidur dalam kesempitan. Amatan Serambi Senin (12/8), di salah satu tenda dengan ukuran empat kali empat, dihuni oleh 40 orang ibu-ibu dengan kondisi usia lanjut.

Di sejumlah tenda perempuan yang dihuni jamaah dari Aceh dan Sumatera Barat, ada jamaah yang sulit untuk shalat dan tidur. "Syukur AC lumayan dingin, maka kami tahan dalam kesempitan," kata salah seorang jamaah perempuan dari Aceh.

Di samping tenda yang terbatas, jumlah kamar mandi dan toilet juga tidak mencukupi. Selama dua hari ini, terlihat antrean ke toilet, pengambilan wudhu dan mandi cukup panjang.

Antrean ke toilet terjadi sepanjang hari. "Sedikit longgar bila tengah malam," kata T Raden Sulaiman, salah satu jamaah dari Banda Aceh.

Tidak hanya itu, sejumlah jamaah haji perempuan juga terpaksa menggunakan toilet pria. Hal ini disebabkan rasio toilet perempuan dengan jamaah tidak berimbang. Di samping disebabkan jamaah perempuan lebih banyak dan sering menggunakan fasilitas kamar mandi dan toilet.

Faktor lain yang menyebabkan penggunaan toilet tidak efektif dan kurang sehat karena kebiasaan sebagian jamaah di tanah air dibawa ke Tanah Suci. Salah satunya adalah kebiasaan penggunaan air yang boros dan toilet tidak disiram dengan baik.

Menurut informasi dari petugas kloter, mulai Selasa kemungkinan tenda sudah lebih longgar. Karena, sudah banyak jamaah yang kembali ke maktab di Mekkah.

Sebelumnya, untuk memudahkan jamaah, tenda di Mina diberikan penomoran. Penomoran tenda di Arafah dan Mina merupakan salah satu inovasi  penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Selain itu adalah inovasi pemasangan pendingin udara.

Dalam stiker nomor tenda tersebut tercantum tiga informasi: nomor tenda, nomor kloter, serta kapasitas tenda. Mulai tahun ini tenda juga sudah ber AC.

Kepala Seksi Akomodasi Makkah Abduh Dhiyaurrahman mengungkapkan AC yang dipasang di tenda-tenda Arafah berbobot 12 ton dan 25 ton. “Untuk AC 12 ton berkapasitas 56 PK sedangkan yang 25 ton berkapasitas 118 PK. Pemasangannya menyesuaikan luas tenda. Dan penyalur udaranya ini dapat diputar 180 derajat, sehingga dapat disesuaikan arah anginnya ingin ke mana,” jelas Abduh, baru-baru ini.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved