Senin, 18 Mei 2026

Kebakaran Lahan di Aceh Barat, Heli Sudah Tumpahkan 420 Ton Air

Kebakaran lahan yang terjadi di Aceh Barat dan Nagan Raya, menimbulkan korban dan menyedot energi banyak pihak

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBI/RIZWAN
Helikopter BNPB melakukan penyiraman udara atau bom air memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Sabtu (10/8) sore. 

Kebakaran lahan yang terjadi di Aceh Barat dan Nagan Raya, menimbulkan korban dan menyedot energi banyak pihak. Siswa pingsan terhirup asap, ribuan masker dibagikan, hingga ratusan ton air ditumpahkan dengan menggunakan heli. Maka, edukasi kepada masyarakat untuk peduli lingkungan, sangat penting disebarluaskan.

Hingga Senin (12/8) kemarin, helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) yang dikerahkan ke Aceh Barat sudah menjatuhkan 84 kali bom air untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Air yang diangkut dengan helikopter Kamov KA-32 diawaki pilot dari Rusia, Capt Adrei Konin dan Capt Denis Kostin itu, berasal dari laut, dengan kapasitas 5 ton sekali angkut. Artinya, jumlah air yang sudah ditumpahkan di dua lokasi kebakaran sudah mencapai 420 ton.

Penyiraman serta hujan yang menguyur Aceh Barat dalam dua hari terakhir telah membuat kebakaran mulai berkurang. Namun, titik api masih terlihat di beberapa tempat.

Penyiraman atau bom air pada Senin kemarin dipusatkan di kawasan Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo dengan jumlah sebanyak 26 kali. Sedangkan dalam dua hari sebelumnya yakni 26 kali dan 31 kali. Setelah menyiram, helikopter kembali ke Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya.

“Penyiraman atau bom air yang kami lakukan selama tiga hari terakhir sebanyak 84 kali,” kata Toni Ardi, penanggung jawab helikopter BNPB di sela rapat evaluasi di BPBD Aceh Barat, kepada wartawan, Senin sore kemarin.

Rapat evaluasi yang berlangsung di Kantor BPBD dihadiri Dandim Letkol Nurul Diyanto, Kapolres AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, Sekretaris BPBD, Dharmawan, Tim TP2D, Irsadi, Basarnas, Tagana, RAPI, serta sejumlah kapolsek dan danramil di Aceh Barat.

Menurut Toni, kehadiran mereka ke Aceh Barat untuk membantu penyiraman udara yakni sejak Sabtu lalu. Sedangkan  proses penyiraman atas perintah dari BPBD selaku pihak daerah. “Dengan penyiraman dapat membantu pemadaman. Dari pantau kami di udara karhutla sudah jauh berkurang meski masih ada asap-asap,” kata Toni.

Ia mengaku terhadap kelanjutan penyiraman udara menggunakan helikopter menunggu perkembangan lanjutan informasi di Aceh Barat. “Bila perintah siram kami langsung terbang. Tadi rapat evaluasi dan perkembangan pemadaman. Besok akan kita lihat perkembangan,” kata Toni yang merupakan putra kelahiran Aceh tersebut.

Siram jalur darat

Sementara itu, selain penyiraman jalur udara, Senin kemarin juga dilakukan penyiraman jalur darat oleh tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri serta KPH di Aceh Barat. Tim  menyiram di kawasan Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo atau jalan kilometer 4 PT Mifa. Turut memimpin pemadaman Dandim 0105 Aceh Barat, Letkol Kav Nurul Diyanto dan Kapolres AKBP Raden Bobby Aria Prakasa.

Tim gabungan berhasil memadamkan dengan menarik air menggunakan mesin robin dan selang hingga puluhan meter. “Tim gabungan dikerahkan membantu pemadaman jalur darat. Masih muncul api sehingga dipadamkan,” kata Kapolres dan Dandim.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), T Ahmad Dadek kemarin juga menyatakan, karhutla yang melanda Aceh Barat sudah jauh berkurang setelah hujan dan pemadaman baik melalui darat dan udara. “Hari ini (kemarin-red) hanya satu titik yang masih ditemukan terbakar lahan. Tim langsung memadamkan,” katanya.

Dadek berharap hujan terus turun dan pemadaman juga masih dilakukan sambil memantau perkembangan hingga dua hari ke depan. Terhadap hal ini, pihaknya juga telah melaporkan perkembangan kepada Plt Gubernur Aceh dan BNPB. “Kita akan pantau terus perkembangan karhutla di Aceh Barat,” kata Dadek.(riz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved