Berita Aceh Timur
Harga Pertamax Naik, Warga Aceh Timur Berbondong-bondong Beralih ke Pertalite
Ia juga memastikan ketersediaan stok BBM di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman.
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Masyarakat Aceh Timur beralih dari Pertamax ke Pertalite akibat kenaikan harga BBM.
- Antrean kendaraan mengular di SPBU Idi Rayeuk namun situasi tetap kondusif.
- Pengawas SPBU memastikan stok BBM aman dengan kuota harian yang mencukupi.
- Warga berharap pemerintah mengevaluasi kebijakan harga BBM dan menjaga stabilitas harga pokok.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI RAYEUK – Pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, masyarakat di Kabupaten Aceh Timur mulai beralih ke Pertalite untuk menekan pengeluaran harian.
Peralihan tersebut terlihat dari meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Berdasarkan pantauan Serambinews.com di SPBU Idi Rayeuk, Kamis (11/6/2026), antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular di jalur pengisian Pertalite.
Meski terjadi lonjakan jumlah kendaraan, situasi tetap kondusif dan dapat ditangani dengan baik oleh petugas lapangan.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Husna, mengaku terpaksa beralih ke Pertalite karena selisih harga dengan Pertamax dinilai semakin memberatkan kondisi ekonomi keluarga.
"Sekarang apa-apa mahal. Kalau dipaksakan tetap memakai Pertamax, pengeluaran bulanan bisa membengkak drastis. Makanya saya rela antre sedikit di jalur Pertalite, yang penting biaya untuk bensin bisa ditekan," ujar Husna saat mengantre di SPBU Idi Rayeuk.
Baca juga: Harga Pertamax Naik, Kini Beredar Isu Pembelian Pertalite Dibatasi Rp 50 Ribu, Pertamina Buka Suara
Sementara itu, Pengawas SPBU Idi Rayeuk, Ahmad, mengatakan pihaknya telah menyiagakan petugas tambahan untuk mengantisipasi peningkatan antrean di jalur Pertalite.
Ia juga memastikan ketersediaan stok BBM di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman.
"Kami menyiagakan petugas ekstra di jalur Pertalite untuk membantu mengurai antrean. Hingga saat ini, kuota BBM, baik Pertamax, Pertalite maupun Solar, untuk wilayah Idi Rayeuk dan sekitarnya masih terpenuhi dan tersalurkan dengan baik," kata Ahmad.
Menurut Ahmad, kuota harian BBM di SPBU tersebut terdiri dari 16 kiloliter (KL) atau 16.000 liter Pertalite, 8 KL Solar, dan 8 KL Pertamax.
"Dengan jumlah kuota tersebut, kebutuhan masyarakat di wilayah ini masih sangat tercukupi," ujarnya.
Sejumlah pengguna kendaraan yang ditemui berharap pemerintah dapat mengevaluasi kembali kebijakan harga BBM. Mereka juga meminta pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok agar beban ekonomi masyarakat tidak semakin berat di tengah meningkatnya biaya hidup.
| Supir Truk di Aceh Timur Antri 3 Jam untuk Isi Biosolar, di Riau 5 Jam |
|
|---|
| Bupati Aceh Timur Al- Farlaky Terima Penghargaan Dari KIA |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aceh Timur |
|
|---|
| Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026, Bupati Aceh Timur Sebut Data Instrumen Pembangunan |
|
|---|
| Resmi SPBU di Aceh Timur Naikkan Harga Pertamax, Terpantau tak Ada Antrean |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Warga-Aceh-Timur-sedang-mengantri-mengisi-BBM-di-SPBU-Idi-Rayeuk.jpg)