Rabu, 8 April 2026

Cuaca Ekstrem

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Cuaca Ekstrem Melanda Sejumlah Wilayah di Aceh

Menurut prakiraan Aceh masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah A

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Ansari Hasyim
For serambinews.com
Kondisi arah angin terkini dari arah barat laut ke barat. Foto Dok BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh, Aceh Utara. 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara, mengeluarkan peringatan dini terkait potensi terjadi cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang dan petir.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara, Kharendra Muiz, melalui grups whatshapp Info BMKG Malikusaleh, Rabu (14/8/2019) menginformasikan terkait update peringatan dini cuaca Provinsi Aceh 14 Agustus 2019 pukul 13.55 WIB.

Menurut prakiraan Aceh masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Kota Lhokseumawe dan sekitarnya, dan dapat meluas ke wilayah Bireuen dan sekitarnya.

Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 16.00 WIB.

Baca: Tips Agar Pipi Tirus Cantik Seperti Syahrini, Bisa dengan Gliserin Hingga Lidah Buaya

Baca: Dua Atlet Lagi Susul Lolos ke PON, Jumlah Sementara Atlet Aceh yang Lolos PON Capai 16 Atlet

Baca: Transfer Neymar Segera Terwujud? Ini Kesepakatan PSG dan Barcelona dalam Pertemuan Terakhir

Pantauan Serambinews.com, kondisi Kota Lhokseumawe mulai diselimuti mendung meskipun belum terjadi hujan.

Sebelumnya, BMKG memprediksi cuaca estoril berupa hujan disertai angin kencang dan petir akan melanda wilayah Kota Lhokseumawe, Aceh Utara bagian tengah dan selatan, Bener Meriah bagian utara, dan Bireuen.

Diprediksi cuaca ekstrem ini akan mulai terjadi pada sore hingga malam hari ini.

Sedangkan prediksi cuaca ekstrem ini bisa terjadi karena terdapatnya pertemuan massa udara di sekitar utara Aceh.

Ditambah kelembaban udara lapisan atas yang cukup tinggi, sehingga menyebabkan terbentuknya awan-awan penghujan di utara Aceh.

Hal ini juga didukung dengan suhu muka laut perairan Aceh yang cukup hangat, menyebabkan pasokan uap air yang melimpah.

Makanya mengakibatkan udara menjadi tidak stabil, sehingga berpotensi terjadi hujan disertai petir dan angin kencang.

Jadi, mengingat potensi akan terjadi hujan yang tinggi, maka pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan.

Seperti tanah longsor, genangan, petir, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved