Jumat, 22 Mei 2026

Berita Abdya

Begini Kata Pimpinan Grand Leuser Hotel Blangpidie soal Pipa Pembuang yang Bocor

Ia berharap kepada masyarakat bahwa bila terjadi hal seperti itu cukup disampaikan saja kepada pengelola hotel, tidak perlu ke media.

Tayang:
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Mursal Ismail
Serambi
Pengendara sepeda motor melintasi Jalan Desa Keude Siblah, Blangpidie, Abdya yang terendam di belakang Grand Leuser Hotel Blangpidie, Senin (12/8/2019). Air yang menggenangi jalan itu diduga berasal dari rembesan saluran pembuangan yang tersumbat dari hotel tersebut. Manajemen hotel telah mengakui ada kebocoran pipa buangan, namun sudah diperbaiki kembali. SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF             

Ia berharap kepada masyarakat bahwa bila terjadi hal seperti itu cukup disampaikan saja kepada pengelola hotel, tidak perlu ke media.

Begini Kata Pimpinan Grand Leuser Hotel Blangpidie

     soal Pipa Pembuang yang Bocor 

Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Manajemen Grand Leuser Hotel Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mengakui terjadi bocor pipa saluran pembuang di bagian belakang hotel tersebut.

Kemudian air yang keluar dari pipa bocor itu menggenangi badan jalan penghubung Dusun II dengan Dusun IV, Desa Kede Siblah, Blangpidie. 

“Benar, genangan air di atas permukaan jalan itu berasal pipa pembuangan dari hotel kami yang bocor, tapi telah kami perbaiki. Sekarang tak ada masalah lagi,” kata Pimpinan Grand Leuser Hotel, Hasrul kepada Serambinews.com, Kamis (15/8/2019).

Ketika terjadi kebocoran, Hasrul mengaku sedang berada di Medan, sedangkan karyawan hotel tidak melaporkannya.

Sekembali dari Medan dan mendapat informasi terjadi genangan air di atas permukaan jalan lokasi bagian belakang hotel, Hasrul segera melakukan pengecekan.

Ternyata, memang ada kebocoran pada pipa buangan, sehingga limpahan air dari pipa pocor turun ke bawah melalui pondasi pagar belakang.

Akibatnya merendam permukaan jalan beraspal di belakang hotel.

“Pipa saluran pembuang itu bocor karena sudah berumur lama. Kami segera memanggil tukang untuk memperbaiki, saluran juga sudah dibersihkan. Saat ini kondisinya sudah normal kembali,” kata Hasrul. 

Baca: Ketika Warga Menggugat

Baca: Ini Rangkaian Peringatan HUT ke-74 RI di Kabupaten Aceh Singkil

Baca: Abdya Pemegang Saham Terkecil di Bank Aceh Syariah  

Ia berharap kepada masyarakat bahwa bila terjadi hal seperti itu cukup disampaikan saja kepada pengelola hotel, tidak perlu ke media.

Ia mengaku pihaknya sangat respek terhadap hal seperti itu, apalagi terhadap warga sekitar yang menjadi tetangga.

“Kan, bisa langsung dibicarakan dengan kami, tak perlulah sampai keluar,” kata Hasrul.

Diberitakan sebelumnya, lintasan menghubungkan Dusun III dengan Dusun IV, Desa Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya, terendam air selama beberapa hari terakhir sampai Senin (12/8/2019).

Diduga, air genangan itu berasal dari rembesan saluran pembuang yang tersumbat dalam kompleks Grand Leuser Hotel.

Amatan Serambinews.com, badan jalan aspal terendam sekitar 20-30 cm sepanjang 6 meter lokasi luar pagar beton belakang hotel.

Warga menduga air tersebut berasal dari saluran pembuangan hotel yang tersumbat.

“Dugaan ini, karena air tersebut keluar dari lubang dari pipa kecil pada pondasi pagar belakang hotel, kemudian limpahan air turun ke merendam permukaan jalan aspal,” kata Bang Yong, salah seorang warga setempat.

Dugaan saluran pembuang tersumbat diperkuat lagi karena ujung pipa buangan di sudut pagar belakang hotel dalam keadaan kering atau tidak berfungsi.

Peristiwa keluar air dari lubang pipa kecil pada peondasi pagar beton belakang Grand Leuser Hotel mulai terjadi sejak lima hari lalu atau sebelum hujan turun selama dua selama dua hari terakhir.

“Sebelum hujan turun, permukaan jalan aspal di lokasi memang sudah tergenang,” kata salah seorang warga sering melintas di jalan tersebut.

Pengendara motor dan mobil mengeluh ketika melintasi jalan yang tergenang air di belakang hotel tersebut.

Diharapkan pengelola hotel mengatasinya kerena selain mengganggu arus lalulintas dan bisa merusak permukaan air di lokasi, selain membuat lokasi menjadi kumuh.

Lintasan tersebut juga merupakan jalur alternatif dari dan ke lokasi Dayah Bustanul Huda di Dusun II menuju Dusun IV atau lokasi kepala jembatan Sungai Krueng Beukah.

Karena mengganggu arus lalulintas, beberapa warga Dusun IV, Gampong Keude Siblah, Senin siang berusaha mengeringkan genangan air di atas permukaan jalan aspal tersebut.

Upaya itu dilakukan warga dengan cara mengorek bahu jalan agar air genangan bisa mengalir bebas ke dalam saluran skunder irigasi yang membentang di sepanjang jalan dari lokasi Dayah Bustanul Huda di Dusun II sampai Dusun IV atau lokasi Kepala Jembatan Sungai Krueng Beukah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved