Teluk Surien Masuk Nominasi Lokasi KEK Barsela
Tim Persiapan Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus/Kawasan Industri Terpadu (KEK/KIT) Wilayah Barat Selatan Aceh yang dibentuk Plt Gubernur Aceh
BLANGPIDIE - Tim Persiapan Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus/Kawasan Industri Terpadu (KEK/KIT) Wilayah Barat Selatan Aceh yang dibentuk Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT meninjau Pelabuhan Teluk Surien di Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (15/8) hari ini. Tim provinsi tersebut tiba di Abdya pada Rabu (14/8) sore, setelah sebelumnya berkunjung ke Kabupaten Nagan Raya.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Abdya, Rahwadi AR ST saat dihubungi Serambi, Rabu (14/8), menjelaskan, sebelum meninjau Pelabuhan Teluk Surien, timprovinsi itu lebih dulu melakukan pertemuan dengan Bupati, DPRK, dan Kadin Abdya, di Aula Masjid Kompleks Perkantoran Pemkab Abdya. Dalam pertemuan itu, jelas Kadishub, Bupati Akmal Ibrahim memaparkan tentang kesiapan Pelabuhan Teluk Surien sebagai lokasi KEK/KIT Wilayah Barat Selatan Aceh.
Usai pertemuan, Tim Persiapan Pembentukan KEK/KIT ini akan melakukan kunjungan lapangan ke Pelabuhan Teluk Surien didampingi tim pendampingan dari Abdya. Di Pelabuhan Teluk Surien, ujar Rahwadi, tim provinsi itu akan melihat dan menilai kesiapan pelabuhan tersebut sebagai lokasi KEK/KIT Wilayah Barsela. “Seperti kesiapan sarana pendukung, antara lain ketersediaan lahan, akses jalan, sumber air, dan dokumen perencanaan,” jelasnya.
Rahwadi AR menegaskan, Pelabuhan Teluk Surien sudah sangat siap sebagai lokasi KEK/KIT Wilayah Basela karena sudah punya sarana pendukung memadai. Contohnya adalah ketersediaan lahan seluas 745 hektare (ha) yang ditetapkan berdasarkan SK Bupati Abdya tanggal 13 Desember 2012 silam. “Lahan ini untuk lokasi KEK seluas 50 ha dan kawasan KIT seluas 695 ha,” rincinya.
Selain itu, beber dia, sumber air juga cukup tersedia yang dipasok dari Krueng Babahrot dan Bandar Udara (Bandara) Kuala Batu di Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh. Di sisi administrasi. Pelabuhan Teluk Surien juga telah ditetapkan masuk dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN). Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 725 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Perbuhungan RI Nomor KP 414 Tahun 2013. “Pelabuhan Teluk Surien secara hirarki merupakan pelabuhan pengumpan regional kelas C,” terang Kadishub.
Akses jalan
Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Ir Much Tavip MM memaparkan, Pelabuhan Teluk Surien bisa diakses dari tiga jalur. Pertama, dari Jalan Nasional kawasan Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot-Krueng Itam-Simpang Surien-Pelabuhan Teluk Surien di Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee sepanjang 26,8 km.
Kedua, dari Pasar Pantee Rakyat, Kecamatan Babahrot-Cot Seumantoek- Jalan IDT-Simpang T-Simpang Surien-Pelabuhan Teluk Surien di Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee dengan jarak 23,7 km. Ketiga, dari kepala jembatan Pulau Kayu, Kecamatan Susoh- Jalan Bandara Kuala Batu-Krueng Teukueh-Simpang T-Simpang Surien di Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee sepanjang 22 km.
Bupati optimis
Sementara itu, Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH mengakui, pihaknya sangat siap menyambut kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Barat Selatan Aceh (Barsela) di Teluk Surin. Pasalnya, kata Akmal, sejak tahun 2008, dirinya telah menetapkan Surin sebagai kawasan industri dan pelabuhan. "Mungkin kalian masih ingat, dulu (2007-2012) saya sering dalam pidato menyampaikan bahwa Surin ini adalah Singapura mininya Aceh. Jika KEK Barsela jadi di Surin ini, insya Allah apa yang saya sampaikan itu akan terwujud," tukas Akmal Ibrahim.
Akmal menegaskan, dirinya sangat optimis KEK Barsela akan ditetapkan di Surin, terlebih tim provinsi telah berjanji akan menilai secara objektif dan profesional. Apalagi, terang Akmal, Surin ini sudah masuk dalam RPJM Presiden Jokowi dan RIPN atau Rencana Induk Pelabuhan Nasional. "Alhamdulillah, ini berkat konsisten dan kerja keras saya, Pak Jufri, yang berkesinambungan untuk merancang Surin ini. Makanya, hari ini yang paling siap kita, dari segi lahan, kita ada 745 hektar, dan 50 hektar sudah bersertifikat, dan insya Allah tidak berkonflik," ungkap Akmal Ibrahim, Kamis (15/8).(nun/c50)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tinjau-teluk-surin.jpg)