Breaking News:

Enam Napi Wanita tak Diusul Remisi

Enam narapidana (napi) wanita kasus korupsi yang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Perempuan Kelas III Sigli

SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
NAPI dan tahanan Cabang Rutan Lhoksukon, Aceh Utara mengikuti prosesi pengumuman remisi, Sabtu (17/8/2019). 

* Karena Belum Bayar Denda

SIGLI - Enam narapidana (napi) wanita kasus korupsi yang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Perempuan Kelas III Sigli, di Gampong Tibang, Kecamatan Pidie belum membayar denda. Akibatnya, keenam napi tersebut tidak memenuhi syarat untuk diusulkan remisi (pengurangan hukuman) pada peringatan HUT RI ke-74 tahun 2019.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Sigli, Putranti Rahayu BcIP SSos, kepada Serambi, Sabtu (17/8) menjelaskan, keenam napi tersebut adalah napi pindahan dari rutan wanita di Gampong Bradeun, Lhoknga, Aceh Besar dan Simeulue. Mereka telah menjalani hukuman di LP selama dua tahun hingga tiga tahun, dan rata-rata menjalani hukuman penjara lima tahun ke atas.

"Identitas keenam napi wanita tersebut sudah lupa kami. Tiga napi wanita pindahan dari Rutan Lhoknga, satu Simeulue, satu pidie, dan satu lagi dari Pidie Jaya," sebutnya.

Ia menjelaskan, saat ini jumlah napi wanita yang menempati LP Perempuan Kelas III Sigli berjumlah 93 orang. Dari jumlah tersebut, 24 napi tidak dapat diusulkan remisi pada 17 Agustus tahun ini. Rinciannya, satu napi berstatus tahanan, enam napi korupsi, dan dua napi yang menjalani hukuman seumur hidup kasus narkoba dari Kabupaten Gayo Lues.

"Dari dua napi wanita kasus narkoba itu, satu napi melahirkan di LP Sigli yang kini bayinya sudah berumur lima bulan. Satu napi lagi membawa bayinya saat masuk ke LP Pemasyarakatan Sigli," jelasnya.

Berikutnya, kata Putranti, satu napi wanita yang melanggar peraturan selama di LP juga tidak disusulkan remisi. "Tiga napi belum membayar subsider sehingga harus digantikan dengan kurungan penjara, dan enam napi belum menjalani hukuman selama enam bulan di LP, juga tak memenuhi syarat diusulkan remisi," ujarnya lagi.

Sementara itu, napi yang menjalani hukuman di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Sigli berjumlah 491 orang. Sebanyak 238 di antaranya mendapatkan remisi, sementara 253 sisanya belum mendapatkan remisi.

Satu Gagal Bebas

Pada bagian lain, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Sigli, Putranti Rahayu BcIP SSos mengungkapkan, satu napi di Rutan Sakti semestinya bebas. Tapi karena napi tersebut belum membayar denda, maka digantikan dengan kurungan. "Jumlah penghuni rutan Sakti sebanyak 184 orang. 120 orang memperoleh remisi, dan 64 napi gagal diusul remisi," ujarnya.

Dia merincikan, 64 napi yang gagal diusul remisi yaitu 36 orang berstatus tahanan, satu napi kasus korupsi, 26 orang masih dalam proses, serta satu orang belum menjalani hukuman enam bulan.(naz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved