Berita Aceh Selatan

Pengolahan Limbah RSUD Yuliddin Away Dinilai Asal-asalan

Pengelolaan limbah medis mengandung Bahan Berbahaya Beracun (B3) di RSUD H dr Yuliddin Away dinilai buruk.

Pengolahan Limbah RSUD Yuliddin Away Dinilai Asal-asalan
For Serambinews.com
Ketua LSM LIBAS, May Fendri menunjukkan pengelolaan limbah medis mengandung Bahan Berbahaya Beracun (B3) di RSUD H dr Yuliddin Away yang dinilai buruk. 

Laporan  Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Pengelolaan limbah medis mengandung Bahan Berbahaya Beracun (B3) di RSUD H dr Yuliddin Away dinilai buruk.

Diharapkan, ada sistem pengelolaan yang baik.

Karena limbah B3 bisa berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Ketua LSM lembaga independen bersih Aceh Selatan (Libas), May Fedri yang juga warga sekitar rumah sakit tersebut mengatakan, pengelolaan limbah B3 di RSUD H dr Yuliddin Away yang sekarang berjalan terkesan asal-asalan.

"Padahal volume limbah medis yang di hasilkan RSUD H dr Yuliddin Away cukup besar, namun selama ini tidak di kelola dengan baik, pada hal limbah B3 sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat," kata May Fendri, Selasa (20/08/2019).

Menurutnya, indikasi limbah medis yang pengelolaannya belum sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Baca: RSUD Yulidin Away Sukses Operasi Bedah Saraf

Baca: BLH Sabang Sosialiasikan Pengelolaan Limbah B3

Baca: Limbah Rumah Sakit Diduga Meluap ke Jalan

Diantaranya, cara penyimpanan sementara limbah medis yang ada di rumah sakit, pengumpulan dan pengelolaan tidak di lakukan dengan baik.

"Saya melihat limbah medis yang di hasilkan rumah sakit RSUYA di biarkan begitu saja menumpuk tanpa ada tempat khusus untuk penampungan dan mengeluarkan aroma busuk," ungkapnya.

Seharusnya, tambah May Fendri, limbah B3 yang berbahaya ini tidak disimpan asal asalan tanpa mengacu kepada aturan yang ditentukan.

Kondisi ini menurutnya jelas sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Seharusnya pihak rumah sakit lebih serius dalam melakukan penangan limbah medis ini.

"Semestinya, ada lokasi khusus yang menampung sebelum dilakukan pengangkutan oleh pihak ke tiga dan tidak di biarkan begitu saja dan harus mengedepankan aturan terkait pengelolaan limbah," pungkas May Fendri. (*)

Penulis: Taufik Zass
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved