Minggu, 12 April 2026

The Atjeh Connection

Seniman Yogya asal Simeulue, Sajikan Kopi Smong di The Atjeh Connection

Karya musik dari inspirasi kopi, akan dimainkan Yoppi dalam pertunjukan Ekspedisi Seni Kopi Gayo Trans Sumatra-Jawa di The Atjeh Connection, Jakarta.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Yoppi, Seniman Yogya asal Simeulue. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Seniman asal Pulau Simeulue, Yoppi Andri, sesekali menggunakan nama Yoppi Arabika. Itu karena ia seorang penikmat dan pecinta kopi arabika.

Karya musik yang bersumber dari inspirasi kopi itulah yang akan dimainkan Yoppi dalam pertunjukan Ekspedisi Seni Kopi Gayo Trans Sumatra-Jawa di The Atjeh Connection, Jakarta, Jumat (23/8/2019) mendatang.

Sebagai seniman, Yoppi adalah pencipta lagu, komposer, menguasai banyak alat musik, termasuk memahami dengan baik seluk beluk studio rekaman. 

Ia salah seorang pemusik modern yang menguasai dengan baik "biola nandong" berasal dari Simeulue, pulau kelahirannya.

Ia memainkan biola nandong hampir di seluruh nusantara, baik dalam pertunjukan kecil, maupun panggung konser besar.

Atas usaha Yoppi inilah, nada-nada biola nandong menyebar luas.

Yoppi juga memperkenalkan kearifan lokal Smong atau gelombang raya dalam bahasa Simeulue.

Ia ciptakan banyak komposisi yang dimainkan berulang di banyak tempat di negeri ini.

Ia juga mengusulkan kosa kata Smong digunakan untuk menggantikan kosa kata tsunami yang berbau asing. 

Yoppi juga berkolaborasi dengan banyak penyanyi Indonesia, seperti Iga Mawarni dan Trie Utami. Tampil di banyak pentas pertunjukan seni di Indonesia.

"Album Nyawoung" yang diproduksi Joe Project, juga tidak lepas dari campur tangan Yoppi. Ia mainkan nada biola khas dalam album tersebut.

Lalu kenapa harus menggunakan nama arabika? "Oh itu kalau saya dan teman-teman sedang mengangkat isu kopi Gayo," kata Yoppi yang menggawangi berdirinya Rangkaian Bunga Kopi, kelompok seni pengembara, mengabarkan kopi Gayo.

Yoppi pertama minum kopi Gayo dalam satu kesempatan kunjungan ke Gayo. Sebelum itu ia sempat menyingkirkan kopi dari kamus hidupnya, karena tiap selesai ngopi, langsung lambungnya bermasalah.

Namun sejak mencoba kopi arabika Gayo, keluhan lambung tak pernah muncul lagi. Ia pun mulai mencintai kopi Gayo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved