Luar Negeri

Zakir Naik Dilarang Ceramah Umum di Malaysia, Meminta Maaf Terkait Ucapannya yang Kontroversial

Dai kontroversial asal India Zakir Naik dilarang memberikan ceramah umum di seluruh wilayah Malaysia

Zakir Naik Dilarang Ceramah Umum di Malaysia, Meminta Maaf Terkait Ucapannya yang Kontroversial
astroawani.com
Zakir Naik 

SERAMBINEWS.COM - Dai kontroversial asal India Zakir Naik dilarang memberikan ceramah umum di seluruh wilayah Malaysia setelah pernyataan-pernyataannya menimbulkan kontroversi berkepanjangan di negara yang memberikannya izin menetap itu.

Kepolisian Malaysia atau PDRM melarang Zakir Naik menyampaikan ceramah umum di seluruh Malaysia atas landasan menjaga "keselamatan negara".

"Arahan itu telah dikeluarkan kepada seluruh kepolisian seluruh negara bagian dan dilakukan demi keselamatan negara dan memelihara keharmonian masyarakat," kata kepala bagian humas PDRM, Datuk Asmawati Ahmad pada Selasa (20/08), sebagaimana dilaporkan oleh berbagai media di Malaysia.

Dengan keputusan itu, maka dai kondang, yang masuk dalam daftar buron di India tersebut, sekarang tidak hanya dilarang memberikan ceramah di tujuh negara bagian saja.

Sebelumnya, tujuh negara bagian telah melarang ceramah oleh Zakir Naik, termasuk Melaka, Johor, Selangor, Kedah dan Sarawak.

Permintaan maaf



Demonstran di India melakukan aksi protes terhadap Naik setelah serangan di Dhaka pada Juli 2016
Demonstran di India melakukan aksi protes terhadap Naik setelah serangan di Dhaka pada Juli 2016 (GETTY IMAGES)

Pada hari yang sama, Selasa (20/08) Zakir Naik juga mengeluarkan permintaan maaf atas masalah yang timbul.

Permintaan maaf ia sampaikan setelah menjalani pemeriksaan kedua di markas besar kepolisian Malaysia di Bukit Aman, Kuala Lumpur, pada Selasa (20/08/2019) dini hari.

Pengacaranya, Akberdin Abdul Kader mengatakan bahwa Naik "diperiksa polisi" untuk kedua kalinya, setelah menjalani pemeriksaan yang sama pada Jumat lalu.

Dalam permintaan maafnya, Zakir Naik mengatakan ia bukan seorang yang rasis dan pernyataannya diambil di luar konteks untuk menimbulkan ketegangan masyarakat.

Halaman
1234
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved