Luar Negeri

Dokter Bedah di Perancis Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, 250 Anak Jadi Korban dalam 30 Tahun

Seorang ahli bedah ternama di Perancis dituduh telah melakukan pelecehan seksual terhadap ratusan pasien anak dalam tiga dekade.

Dokter Bedah di Perancis Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, 250 Anak Jadi Korban dalam 30 Tahun
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi dokter bedah. (SHUTTERSTOCK) 

SERAMBINEWS.COM, PARIS - Seorang ahli bedah ternama di Perancis dituduh telah melakukan pelecehan seksual terhadap ratusan pasien anak dalam tiga dekade.

Apabila terbukti kasus ini akan menjadi skandal pedofil terburuk yang pernah terjadi di Perancis.

Dilansir The Sun, seorang dokter bedah bernama Joel Le Scouarnec telah dituduh melecehkan pasien anak-anak, perempuan dan laki-laki, dengan sebagian saat mereka di bawah pengaruh bius.

Dokter berusia 66 tahun itu sempat didakwa memiliki gambar-gambar pornografi anak lebih dari 10 tahun lalu, namun masih diizinkan untuk terus melakukan praktik medis hingga penangkapannya pada 2017.

Tuduhan terkini muncul selama penyelidikan polisi terhadap klaim bahwa dia telah melakukan pelecehan seksual terhadap dua gadis berusia empat dan enam tahun, demikian dilaporkan The Times.

Menurut pihak pengacara, Le Scouarnec telah menyangkal tindakan pemerkosaan, akan tetapi mengakui melakukan "perilaku menyimpang" terhadap gadis-gadis itu.

Selama proses investigasi, polisi dikejutkan dengan temuan buku harian pribadi milik Le Scouarnec, di mana dia menuliskan cerita kekerasan seksual terhadap sekitar 250 anak di rumah sakit tempatnya bekerja.

Menurut Francesca Satta, pengacara yang mewakili salah satu terduga korban, merasakan adanya keanehan.

"Anda membuka buku harian dan akan langsung menutupnya lagi karena penyimpangannya sangat besar," kata Francesca.

Jaksa penuntut di kota La Rochelle, Perancis barat, mengatakan Le Scouarnec diduga melakukan aksi bejatnya antara tahun 1989 hingga penangkapannya dua tahun lalu.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved