Aqubat Cambuk

Lima Terpidana Judi Togel di Bireuen Merintih Kesakitan Saat Dicambuk 39 Kali

Pantauan Serambinews.com, kelima terpidana cambuk merintih kesakitan saat dicambuk di hadapan warga dan pengunjung yang menyaksikan.

Lima Terpidana Judi Togel di Bireuen Merintih Kesakitan Saat Dicambuk 39 Kali
SERAMBINEWS.COM/JAFAR YUSUF
Sebanyak lima terpidana maisir (judi) togel di Bireuen, dicambuk oleh algojo dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen, di Halaman Masjid Agung Sultan Jeumpa, Bireuen, Aceh, Jumat (23/8/2019). 

Laporan Ferizal Hasan I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sebanyak lima terpidana maisir (judi) togel di Bireuen, dicambuk oleh algojo dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen.

Prosesi aqubat cambuk yang dilaksanakan Kejari bersama Wilayatul Hisbah (WH) Bireuen, Aceh, terhadap lima terpidana maisir (judi) togel itu, berlangsung di Halaman Masjid Agung Sultan Jeumpa, Bireuen, Jumat (23/8/2019).

Kelima terpidana judi togel yang dicambuk itu adalah M Nur, Hasnawi, dan Lukman warga Kecamatan Peudada serta Safrizal dan Jamaluddin, warga Kecamatan Jeumpa, Bireuen.

Pantauan Serambinews.com, kelima terpidana cambuk merintih kesakitan saat dicambuk di hadapan warga dan pengunjung yang menyaksikan.

Baca: Kelelahan Sampai Sakit Setelah Menikah, Cut Meyriska Terharu atas Perlakuan Roger Danuarta

Baca: Kelelahan Sampai Sakit Setelah Menikah, Cut Meyriska Terharu atas Perlakuan Roger Danuarta

Baca: Cuaca belum Kondusif, Antrean Truk Masih Mengular di Pelabuhan Kuta Batu Simeulue Timur

Dari kelima terpidana maisir atau judi togel itu dicambuk sebanyak 39 kali.

Dengan rincian, empat terpidana yaitu M Nur, Hasnawi, dan Lukman serta Safrizal, masing-masing dicambuk sebanyak tujuh kali.

Sedangkan Jamaluddin dicambuk sebanyak 11 kali. Sehingga jumlah cambukan yang dilakukan oleh algojo sebanyak 39 kali.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, M Junaedi SH, melalui Kepala Seksi (Kasie) Barang Bukti, Agus Salim Tampubolon SH mengatakan, prosesi aqubat cambuk itu dilakukan pihaknya berdasarkan putusan Mahkamah Syar'iyah Bireuen.

Ditambahkan Agus Salim, seharusnya empat terpidana maisir itu masing-masing dicambuk sebanyak 11 kali, dan seorang terpidana lagi dicambuk 15 kali.

"Namun mereka masing-masing dikurangi empat kali cambuk, karena semuanya telah menjalani masa kurungan penjara selama 102 hari," terang Agus Salim.(*)

Penulis: Ferizal Hasan
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved