Sekjen Kementerian Kominfo Hadiri Diskusi Melawan Hoaks di Takengon

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, Rosarita Niken Widiastuti, ikut menghadiri diskusi tentang...

Sekjen Kementerian Kominfo Hadiri Diskusi Melawan Hoaks di Takengon
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, menyerah kan cenderamata berupa bubuk kopi arabika Gayo kepada Sekjen Kementerian Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti ketika ke Kota Takengon, Sabtu (24/8/2019). 

Sekjen Kementerian Kominfo Hadiri Diskusi Melawan Hoaks

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, Rosarita Niken Widiastuti, ikut menghadiri diskusi tentang bersinergi melawan hoaks (berita palsu) demi damai di bumi pertiwi yang diselenggarakan di Gedung Ummi, Pendopo Bupati Aceh Tengah, Sabtu (24/8/2019).

Selain itu, mantan Dirut LPP RRI ini, juga menyaksikan pagelaran seni dan budaya diseminasi informasi yang dilaksanakan di lapangan Setdakab Aceh Tengah.

“Berkaitan dengan hoaks, saat ini, kita tidak perlu terlalu reaktif terhadap isu apapun. Karena biasanya, ada orang yang menang menseting atau pihak-pihak yang menginginkan adanya disintegrasi bangsa,” kata Rosarita Niken Widiastuti.

Letkol Amrul Huda Sujud Syukur di Pintu Gerbang Kodim Bireuen, Usai Upacara Lepas Sambut Dandim 0111

BPBD Simeulue Dirikan Dapur Umum untuk Konsumsi Calon Penumpang Kapal Feri

Lagi, Tiga Pejabat Administrator di Lingkungan Pemkab Bener Meriah Dimutasi

Jadi, lanjutnya, bila ditemui adanya isu sara, jangan langsung ditanggapi dengan kemarahan karena belum tentu kondisinya seperti itu. Untuk itu, para tokoh agama, dan tokoh masyarakat, bisa menyampaikan kepada masyarakat bahwasanya penyebaran hoaks, untuk membuat orang marah.

“Tentu, di agama apapun, ajakan untuk membenci tidak dibenarkan. Apalagi di ajaran Islam,” sebutnya.

Diakui Sekjen Kementerian Kominfo ini, perkembangan teknologi internet maupun media sosial, ibarat pisau bermata dua. Bisa digunakan untuk kebaikan, serta bisa juga dipakai untuk menyebarkan hal negatif.

“Sisi negatifnya, seperti membuat dan menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, caci maki, menghasut, intoleran serta radikalisme. Inilah yang harus kita berantas,” ungkap Rosarita.  

Ditambahkan Rosarita Niken Widiastuti, keberadaan medsos bisa digunakan sebagai sarana atau tempat untuk mempromosikan potensi daerah. Jika di Aceh Tengah, ada buah kopi arabika yang kualitasnya dikenal di dalam maupun luar negeri, kerawang Gayo, serta ikan depik, bisa dipromosikan melalui medsos.

“Mari kita gunakan media sosial, sebagai penyebar kedamaian, kebaikan, penyebar nilai-nilai kebangsaan, serta persatuan bangsa,” harapnya. (*)

Masa Jabatan Anggota DPRK Aceh Tengah akan Berakhir

TP PKK Aceh Tengah Gelar Gernas Buku, Ini Targetnya

Kerap Buat Status Facebook Menghujat Presiden, Oknum ASN Pemkab Aceh Tengah Diperiksa Polisi

 
 

Penulis: Mahyadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved