Kerap Buat Status Facebook Menghujat Presiden, Oknum ASN Pemkab Aceh Tengah Diperiksa Polisi

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar mengatakan salah seorang pegawainya yang bertugas di instansi pemerintah setempat, terpaksa harus berurusan...

Kerap Buat Status Facebook Menghujat Presiden, Oknum ASN Pemkab Aceh Tengah Diperiksa Polisi
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, menyerah kan cenderamata berupa bubuk kopi arabika Gayo kepada Sekjen Kementerian Kominfo, Rosarita Bikin Widiastuti ketika ke Kota Takengon, Sabtu (24/8/2019). 

Kerap Buat Status Facebook Menghujat Presiden, Oknum ASN Pemkab Aceh Tengah Diperiksa Polisi

 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar mengatakan salah seorang pegawainya yang bertugas di instansi pemerintah setempat, terpaksa harus berurusan dengan hukum lantaran kerap membuat status di media sosial (medsos) facebook yang menghujat Presiden Joko Widodo.  

Hal itu disampaikan Shabela Abubakar dalam sambutannya ketika menerima kehadiran Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Rosarita Niken Widiastuti, Sabtu (24/8/2019) di Gedung Ummi, Pendopo Bupati, Kota Takengon.

Namun, Shabela Abubakar, tidak menjelaskan secara spesifik siapa oknum PNS tersebut.

“Kemarin, saya baru saja menerima berita dari pihak Polda Aceh, bahwa ada satu orang warga dari daerah ini yang terpaksa dibawa kesana. Kebetulan yang bersangkutan merupakan seorang pegawai negeri. Ini yang sangat menyedihkan,” kata Bupati Aceh Tengah ini.

Satpam Perumahan Tewas Digigit Ular, Apa Harus yang Dilakukan Jika Terkena Gigitan Ular?

138 Kampung di Kabupaten Bener Meriah, akan Gelar Pilkades Serentak, Ini Jadwalnya

Sabtu Malam, Persiraja Awali Putaran Kedua Menjamu Persibat Batang

Menurutnya, seorang oknum ASN dari salah satu instansi di lingkungan Pemkab Aceh Tengah tersebut, sering membuat status yang menghina Presiden Indonesia, Joko Widodo.

“Padahal, presiden kita kan tidak begitu. Sampai dikatakan goblok. Presiden kita manusia, muslim dan taat beribadah. Jadi ke depan, jangan ada lagi yang seperti ini,” tegas Shabela Abubakar.

Disebutkan Shabela Abubakar, upaya pencegahan dan penyebaran hoaks (berita palsu), Pemkab Aceh Tengah, telah melakukan sosialisasi melalui beberapa media seperti radio serta pemasangan imbauan baliho anti hoaks.

“Meski telah dilakukan berbagai upaya, tapi masih tetap saja ada yang menyebarkan berita palsu seperti ini,” ujarnya.

 Untuk itu, pihaknya meminta kepada Dinas Syariat Islam, agar bisa menyampaikan kepada para ulama untuk ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pencegahan hoaks melalui khutbah jumat maupun pada momen keagamaan lainya.

“Seperti pencegahan stunting, kita juga melibatkan para ulama. Begitu juga dengan pencegahan berita hoaks ini, ulama juga ikut berperan,” ungkapnya.

Pencarian Hari Kedua, Jenazah Korban Tenggelam di Tapaktuan Belum Juga Ditemukan, Ini Kendalanya

Perpani Aceh Gelar Selekda Pra PON, Atlet Yang Lolos Harus Memenuhi Kelayakan Skor

Undangan Nikah Sudah Disebar, Lettu Inf Angga Pradipta Tewas Tertabrak KA, Ini Kronologinya

 Sementara itu, kehadiran Sekjen Kementrian Kominfo RI, Rosarita Niken Widiastuti ke Aceh Tengah, untuk menghadiri serangkaian kegiatan diantaranya diskusi tentang bersinergi melawan hoaks demi damain di bumi pertiwi.

Sekjen Kominfo ini, juga akan menyaksikan pagelaran pentas seni dan budaya diseminasi informasi yang digelar di halaman Setdakab Aceh Tengah, Sabtu (24/8/2019) malam.(*)    

Perkenalkan Wisata, Gampong Sungai Lueng Gelar Race Boat Festival

Program Siaran Tanggap Bencana Kentongan RRI Mendapat Apresiasi Wali Kota Banda Aceh

Penulis: Mahyadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved