Liputan Eksklusif

Bupati Singkil Perintahkan Dinkes Lakukan Penelitian Kayu Bajakah

Agar tidak menjadi bahan spekulasi, ia memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Edy Widodo, segera meneliti kayu bajakah

Bupati Singkil Perintahkan Dinkes Lakukan Penelitian Kayu Bajakah
Serambinews.com
Mencoba tetesan air dari kayu bajakah di hutan Rawa Singki, kawasan Kuala Baru, Aceh Singkil, Selasa (20/8/2019). 

TEMUAN kayu bajakah di hutan Rawa Singkil juga menarik perhatian Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid. Agar tidak menjadi bahan spekulasi, ia memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Edy Widodo, segera meneliti kayu bajakah secara medis.

"Pak Kadis Kesehatan segera teliti kandungan air dan kayu bajakah secara medis. Apakah yang ada di hutan rawa Singkil bisa jadi obat seperti di Kalimantan?" pinta Dulmusrid.

Menurut Bupati, penelitian medis ini penting agar masyarakat tidak salah kaprah, mengingat keberadaan bajakah di hutan Aceh Singkil mendapat perhatian dari masyarakat. Dulmusrid juga meminta masyarakat agar menjaga tanaman menjalar yang dalam bahasa setempat di sebut kayu Aka ini agar tetap lestari.

Terkait permintaan Bupati tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Edy Widodo, mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan koordinasi dengan intansi terkait untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang kayu bajakah di hutan Rawa Singkil.

Bupati Dulmusrid juga mengungkapkan, jauh hari sebelum heboh kayu bajakah, masyarakat Aceh Singkil sebenarnya sudah lama kenal dengan jenis tanaman ini, hanya saja masyarakat menyebutnya kayu aka. Masyarakat Singkil juga sering meminum air dari kayu tersebut, tetapi hanya sebagai penghilang haus saat masuk ke hutan.

“Saya dulu juga sering minum air dari kayu bajakah, namun bukan untuk obat, hanya karena haus semata. Rasanya ada yang enak, namun ada juga yang pahit dan gatal di tenggorokan," ungkapnya.

Menurut Dulmusrid kayu ini tidak hanya ada di hutan Rawa Singkil, tetapi juga ada di tempat lain. Bentuknya ada yang bulat hingga sebesar lengan dewasa, dan ada juga agak gepeng yang mengeluarkan air dengan cara diperas.

Warga Aceh Singkil bahkan disebut-sebut sudah ada yang mengolah kayu bajakah. Kayu itu dijadikan serbuk halus dan memiliki aroma menyegarkan hidung. Hanya saja belum diketahui khasiatnya.(de)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved