Liputan Eksklusif

Kayu Bajakah Hebohkan Singkil, Dipercaya Dapat Mengobati Kanker

Belakangan ini masyarakat Singkil dihebohkan dengan penemuan kayu bajakah, kayu yang diklaim hanya ada di hutan Kalimantan

Kayu Bajakah Hebohkan Singkil, Dipercaya Dapat Mengobati Kanker
IST

Belakangan ini masyarakat Singkil dihebohkan dengan penemuan kayu bajakah, kayu yang diklaim hanya ada di hutan Kalimantan. Kayu ajaib yang dipercaya dapat mengobati kangker, tumor dan penyakit ganas lainnya ini ternyata dengan mudah bisa ditemui di hutan Rawa Singkil.

Pembahasan kayu bajakah tidak hanya mewarnai diskusi masyarakat di warung-warung kopi, tetapi juga menarik perhatian Pemkab Singkil. Lantas bagaimana awal mula penemuan kayu fenomenal ini? Berikut laporan eksklusif wartawan Serambi Indonesia, Dede Rosadi, yang ikut menjelajahi hutan Rawa Singkil, Selasa (20/8).

Flu terasa sangat mengganggu. Namun hasrat untuk menuntaskan petualangan ini terlalu kuat. Petualangan menyusuri sungai Alu Bubu yang berada tepat di tengah hutan Rawa Singkil.

Menjelang tengah hari, Serambi bersama dua warga Singkil lainnya, Nazar dan Sukardi sudah berada di atas perahu bersiap untuk berangkat.

Sesaat kemudian datang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Mohd Ichsan, menyusul Kepala Bappeda Aceh Singkil Ahmad Rivai ditemani Fardi Akwin. Dua pejabat Aceh Singkil ini masing-masing datang menggunakan speed boat kecil.

Tim tiba di titik lokasi yang dijanjikan 30 menit kemudian. Namun karena sudah tengah hari, dan untuk menghindari kemalaman di perjalanan, tim bersepakat menunda perjalanan naik sampan menyusuri sungai Alu Bubu.

Sebagai gantinya, tim akan berjalan kaki menjelajahi hutan Rawa Singkil melalui jalur darat, ditemani Kepala Tim Patroli Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Singkil Wilayah Kuala Baru, Admi dan Ma Uyung.

Petualangan ke dalam hutan dimulai. Berjalan kaki melewati celah pohon di hutan Rawa Singkil ternyata sangat menguras tenaga. Keringat bercucur deras membasahi sekujur tubuh. Rimbun dedaunan sebagai kanopi dari sorot matahari tak banyak membantu menurunkan panas suhu tubuh. Napas pun mulai tersengal ketika tiga jam perjalanan terlewati.

Memahami itu, Admi mengajak tim beristirahat. Meski telah berusia 47 tahun, tapi ia terlihat masih gesit melawati rumitnya celah pepohonan. Letih yang mendera seketika sirna berganti semangat ketika mendapat informasi dari Admi bahwa di hutan Rawa Singkil ada kayu bajakah.

Kabar ini cukup mengagetkan, kayu ajaib yang dipercaya dapat mengobati kangker dan tumor itu ternyata ada di depan mata, di hutan Rawa Singkil. Spontan terjadi kegaduhan kecil di antara kami lantaran berebut ingin menyentuh kayu bajakah yang ditunjukkan Admi.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved