Seuramoe UMKM

Bhoi, Kue Tradisional yang Kini Mendunia  

BHOI merupakan salah satu kue tradisional Aceh yang banyak diminati masyarakat. Bahkan kue yang memiliki rasa khas itu kini makin mendunia

Bhoi, Kue Tradisional yang Kini Mendunia   
IST
DIMINATI - Kue bhoi yang diproduksi Rosmiati, warga Gampong Cot Batee, Kecamatan Kuala, Bireuen, banyak diminati masyarakat. Foto direkam, Minggu (18/8/2019).

BHOI merupakan salah satu kue tradisional Aceh yang banyak diminati masyarakat. Bahkan kue yang memiliki rasa khas itu kini makin mendunia. Di Kabupaten Bireuen, ada beberapa usaha kue ini. Di antaranya usaha bhoi milik Rosmiati (56), di Gampong Cot Batee, Kecamatan Kuala.

Usaha kue tradisional yang berdiri sejak tahun 1981 itu, kini semakin maju dan hasil produksinya sudah dijual hingga luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan bahkan Arab Saudi.

Kak Mi, panggilan akrab Rosmiati, saat ditemui Serambi, Minggu (18/8) menjelaskan,  usaha kue bhoi miliknya yang diberi nama ‘Eva Bhoi’ itu, merupakan usaha keluarga. Ia mengaku sudah memulai usahanya sejak tahun 1981. "Dulu awalnya kue bhoi kami masak menggunakan bara api dari sabut kelapa. Memproduksinya juga masih menggunakan alat tradisional," kata Kak Mi didampingi putrinya Aulia (23).

Seiring perkembangan zaman, kini Kak Mi dan keluarga sudah memproduksi kue bhoi menggunakan peralatan serba mesin. Seperti oven listrik dan oven menggunakan kompor elpiji. Dengan menggunakan peralatan canggih, mereka mampu memproduksi sebanyak 3.000 kue bhoi per hari. Untuk memproduksi sebanyak itu menghabiskan 900 butir telur, 50 kg gula dan 50 kg tepung terigu. "Alhamdulillah setiap hari ada yang pesan, ada yang membeli langsung ke rumah kami, ada juga yang kami antar hingga keluar Bireuen atau luar Aceh. Yang dari Malaysia dan Singapura juga ada," katanya. "Jika musim haji seperti sekarang ini ada juga yang membawa kue bhoi produksi ‘Eva Bhoi’ ke Tanah Suci,” tambah Kak Mi.

Dikatakan Rosmiati, usaha bhoi miliknya itu merupakan usaha keluarga. Seluruh pekerja merupakan anggota keluarga yang terdiri dari anak dan saudara dekatnya. "Kalau mau lebaran atau pesanan banyak, kami juga menggunakan jasa tetangga untuk membantu menyelesaikan kue pesanan," kata Kak Mi.

Selain kue bhoi, ‘Eva Bhoi’ juga memproduksi berbagai kue tradisional lainnya. Seperti keukarah, seupet, meusekuat, dodol, bolu, grieng, halua, wajik, dan lainnya. Pemesannya pun bukan hanya orang-orang biasa, ibu-ibu pejabat atau pengurus PKK tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.

Dengan UMKM miliknya, Kak Mi yang memiliki dua putra dan empat putri itu dapat menyekolahkan anak-anaknya. Ia juga memiliki armada untuk kue produksinya ke berbagai daerah, seperti Lhokseumawe, Pidie Jaya, Takengon, Langsa, Banda Aceh, hingga Aceh Barat.

Kue poduksinya juga banyak dijual di kios-kios di pedesaan hingga perkotaan. "Pesanan untuk bahan seserahan pengantin baru atau acara pesta perkawinan juga banyak," sebut Rosmiati.

Kak Mi mengatakan, harga satu kue bhoi paling kecil dijual Rp 1.000 untuk tiga. Sedangkan bhoi yang berbentuk kepala ikan dan sudah dihias harganya mencapai Rp 30 ribu per buah.

Yang ingin memesan kue bhoi dan beraneka kue tradisonal Aceh buatannya, dikatakan Kak Mi bisa menghubungi langsung ke nomor 085370134851 atau 082273338304.(c38)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved