Rupiah Alami Pelemahan Diakhir Perdagangan Hari Ini, Ini Pemicunya
Pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS kembali menunjukkan pelemahan di akhir perdagangan, Senin (26/8/2019)
Yudi melihat belum ada sentimen-sentimen negatif untuk pergerakan rupiah besok.
Oleh karena itu, ia berpendapat mata uang garuda besok masih bisa mengalami penguatan tipis.
Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri juga menyebutkan bahwa efek memanasnya perang dagang menyebabkan rupiah melemah hari ini.
Ia bilang tidak hanya rupiah yang melemah melainkan mata uang Asia lainnya juga melemah.
“Eskalasi perang dagang yang kemarin dari pernyataan Trump yang mengatakan kenaikan tarif yang akan dilakukan lebih cepat dan kemudian lebih tinggi, ini memberikan kekhawatiran lanjutan untuk pasar,” ujar Reny.
Selain itu, Reny bilang ada sentimen positif dari domestik terkait pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengumumnkan lokasi ibu kota baru.
Hanya saja, hal ini dinilai masih berdampak kecil untuk pergerakan rupiah hari ini.
Baca: Tarian Kolosal Perpaduan Berbagai Budaya di Aceh Meriahkan Pembukaan O2SN
Berbeda dengan Yudi, Reny memprediksi rupiah pada esok hari dinilai berpotensi melemah.
Hal ini dinilai karena aset-aset safe haven melonjak dan mata uang dolar AS akan menguat dibandingkan mata uang Asia.
Selain itu, ada antisipasi atas data dari AS yang bakal dirilis hari ini.
Yudi memperkirakan rupiah pada esok hari akan berada di kisaran Rp 14.200-Rp 14.280 per dolar AS.
Sedangkan Reny memprediksi mata uang garuda berada di kisaran Rp 14.240-Rp 14.300 per dolar AS.(*)
Baca: BNN Banda Aceh Gelar Bimtek Penggiat Anti Narkoba, Ini Materinya
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Rupiah kembali melemah di awal pekan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mata-uang-rupiah-dan-dollar-amerika-serikat-as.jpg)