Sosok
Hadhiratul Ghaida, Siswi MUQ Pidie yang Piawai Berpidato, Ingin Jadi Dokter
Dhira merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Ustaz Musafir Hasaballah/Cut Redhawita.
Penulis: Nur Nihayati | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Nur Nihayati I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Namanya Hadhiratul Ghaida, bermakna datangnya kelembutan.
"Nama saya sulit ditulis sering salah. Itu artinya datangnya kelembutan," tutur Dhira, siswi kelas III MTs Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pidie, Rabu (28/8/2019).
Gadis berhidung mancung ini lahir di Sigli, 25 Februari 2005.
Dhira merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Ustaz Musafir Hasaballah/Cut Redhawita.
Keduanya PNS dan di Gampong Kuala Pidie (Kampung Cina), Kecamatan Kota Sigli, Pidie.
Dhira yang masih duduk di bangku kelas III MTs Ulumul Quran di Tijue Pidie ini bercita-cita ingin menjadi dokter.
Baca: Hadapi Babak 12 Besar, Galacticos Peusangan Raya akan Tambah Lima Pemain Baru
Baca: Kasus Penyelundupan Bawang, Delapan ABK Jadi Tersangka, Ini Lokasi Penahanan
Baca: Galacticos Peusangam Raya Siap Hadapi Babak 12 Besar, Liga 3 Regional Aceh
"Saya ingin jadi dokter yang juga hafal Alquran," ujar Dhira yang juga peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Aceh ke-34 di Sigli untuk cabang Syarhil Quran.
Dara suka cokelat ini memiliki prestasi di bidang pidato yang sudah digelutinya sejak kelas 5 SD.
"Belajar sama ayah dan guru MIN 17 di Kota Sigli.
Bisa berbagi ilmu berbagi wawasan. Saya sering ikut lomba saingan kakak abang SMA. Jarang dari MTs," tuturnya.
Dhira berbagi tips untuk bisa tampil di pentas saat tengah berpidato.
"Caranya, dibaca dipahami dulu maksudnya. Tiga hari Insya Allah mampu. Baca doa terang hati. Mohon doa pada orang tua dan pembimbing. Saya tidak berpikir piala yang penting bisa masuk membahagiakan orang tua untuk ikut lomba ini," ujar penyuka pelajaran biologi ini.
Biasanya saat lomba waktu di atas pentas antara tujuh sampai 10 menit. Sehingga penyampaian maksud pidato harus kompleks dan jelas dengan waktu itu, sebut Dhira.
"Yang penting yakinkan diri. Bisa menguasai diri. Baca minta bantu sama Allah swt. Jangan ikut lomba buat juara. Tapi ikut lomba untuk berbagi ilmu," tutur gadis berkulit putih ini sembari tersenyum.
Dhira yang juara syarhil Quran juga masuk ranking tiga besar di kelas sejak duduk di bangku SD.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sosok-889.jpg)