Pemindahan Ibu Kota Negara
Mahasiswa Minta Emas 38 Kg di Tugu Monas Dikembalikan ke Aceh, Ini Alasannya
Menurut Rival Perwira, Aceh salah satu daerah yang juga pantas menjadi ibu kota baru Indonesia.
Penulis: Subur Dani | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Subur Dani | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Presiden Mahasiswa (Presma) Unsyiah, Rival Perwira, mengatakan bahwa pemindahan ibu kota merupakan usaha nyata yang sedang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka memisahkan urusan bisnis dan administrasi negara.
"Tapi ada satu hal yang dilupakan Pak Jokowi, penetapan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara yang terletak di daerah Kalimantan Timur juga belum tentu berdampak positif bagi kemajuan Indonesia," kata Rival dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Kamis (29/8/2019).
Selain itu, Rival juga menyebutkan, Aceh merupakan salah satu wilayah yang memiliki sumbangsih yang nyata bagi kemerdekaan Indonesia.
Bukti nyatanya adalah pesawat RI 01 dan 02, emas seberat 38 kilogram di bagian teratas Tugu Monas sebagai lambang kedigjayaan bangsa hingga saat ini. Satu lagi, radio rimba raya.
Pascadiumumkannya ibu kota baru Indonesia, katanya menuai banyak pro dan kontra.
"Pasalnya Aceh merupakan daerah modal bagi kemerdekaan Indonesia dan Aceh lah yang lebih layak menjadi ibu kota Indonesia yang baru," katanya.
Jika menilik sejarah bangsa, Aceh adalah wilayah yang pernah menjadi Ibu Kota RI ketiga setelah Yogyakarta dan Bukit tinggi, walaupun tidak tercatat dalam sejarah, tetapi masih terkenang dalam benak masyarakat Aceh.
Jadi, Aceh menurut Rival Perwira salah satu daerah yang juga pantas menjadi ibu kota baru Indonesia.
"Jika bukan Aceh sebagai ibu kota baru, maka kembalikan segala bentuk pemberian leluhur kami. Dan kembalikan emas pemberian orang Aceh yang ada di atas Monas," tutupnya.(*)
Baca: Asrama Mahasiswa Woyla Aceh Barat Terbakar, Hendra Hanya Dapat Selamatkan Sepmor dan Laptop
Baca: Sempat Tertunda, Jaksa Kembali Periksa Tiga Sipir Lapas Calang
Baca: Keren, Haikal Siswa SMA Unggul Sigli ke Amerika Serikat Ikut Jambore Dunia
Baca: Boat Nelayan Abdya Kandas di Perairan Ujung Lahondi Gunung Sitoli
Baca: Penetapan Hari Jadi Subulussalam Dipersoalkan, 15 Juni Atau 14 September
Baca: Babak 12 Besar Liga-3, Pelatih: PSLS Masuk dalam Grup ‘Neraka’, Ini Alasannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presmaa.jpg)