Hendra Lari Bawa Laptop, Asrama Mahasiswa Woyla Ludes Terbakar
Bangunan asrama mahasiwa Woyla Raya, Aceh Barat yang berlokasi di Desa Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan
MEULABOH - Bangunan asrama mahasiwa Woyla Raya, Aceh Barat yang berlokasi di Desa Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan pada Kamis (29/8) sekira pukul 10.00 WIB, terbakar. Selain meludes asrama berkontruksi papan itu, kebakaran tersebut juga ikut melahap rumah milik Mahmud yang letaknya bersebelahan dengan asrama tersebut.
Hendra Budiman (21), salah seorang mahasiswa STAIN Tgk Dirundeng Meulaboh yang tinggal di asrama mahasiwa Woyla Raya itu mengungkapkan, ketika peristiwa kebakaran terjadi dirinya sedang tertidur karena tidak ada jadwal kuliah. “Saya lihat api sangat besar. Saya lari keluar dan hanya mampu bawa lari laptop dan sepeda motor,” kata Hendra, warga asal Seuradek Woyla kepada wartawan.
Hendra mengaku, semua bahan miliknya ludes. Bahkan, ungkapnya, pakaian yang dipakai dia sekarang itu merupakan bantuan orang karena semua pakaian hingga ijazahnya ludes dilalap ‘si jago merah’. Hendra mengaku saat peristiwa itu terjadi, hanya ada dirinya sendiri karena yang lain tidak sedang berada di asrama sehingga semua pakaian milik kawannya juga ikut musnah.
Selain bangunan asrama, rumah milik Mahmud yang bersebelahan dengan asrama juga ikut terbakar atap dan dalam rumah. Ketika peristiwa itu terjadi, Mahmud sedang berada di kebun, sementara anaknya ke sekolah, sehingga hanya istrinya sendirian di rumah. “Istri saya sempat panik. Alhamdulilah selamat. Sejumlah ruang ikut terbakar,” ucap Mahmud.
Informasi yang diperoleh Serambi, Kamis kemarin, bangunan asrama yang memiliki tujuh kamar itu selama ini dihuni 35 pelajar dan mahasiswa asal Woyla yang kuliah pada beberapa perguruan tinggi di Meulaboh. Untuk memadamkan api, armada kebakaran dari BPBD dikerahkan ke lokasi serta turut dibantu Polri, TNI, dan masyarakat sekitar. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kebakaran yang sempat membuat panik tersebut lantaran wilayah itu padat penduduk. Sedangkan ‘si jago merah’ dengan cepat melahap asrama tersebut karena konstruksi bangunannya adalah papan. Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab kebakaran di siang bolong tersebut.
Tokoh masyarakat Woyla, Sabki Mustafa Habli kepada Serambi mengatakan, asrama tersebut dihuni mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Woyla Raya (Ipelmawar). Ia menyebutkan, ada 35 orang menetap di asrama yakni mahasiswa dan pelajar. Namun sebagian mereka masih di kampung dan ke sekolah, sehingga ketika peristiwa itu terjadi, hanya 7 orang yang berada di asrama.
Sementara itu, Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, melalui Kapolsek Johan Pahlawan, Iptu Budi Eka Putra saat dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran asrama mahasiswa Woyla Raya. Untuk itu, sebutnya, sejumlah saksi mulai dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab musibah tersebut. Budi menerangkan, kebakaran yang melanda asrama mahasiswa dan rumah warga itu tidak ada korban jiwa, namun untuk bangunan asrama semuanya hangus dilalap ‘si jago merah’. “Masih diselidiki penyebabnya,” pungkasnya.(riz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petugas-bpbd-bersama-tnipolri-membantu-memadamkan-kebakaran.jpg)