Info haji 2019

‘Gampong Aceh’ Syisyah Mulai Sepi

Syisyah 2, "Gampong Aceh" yang menjadi zona maktab jamaah haji asal Aceh mulai sepi karena sudah ditinggalkan penghuninya

Editor: bakri
IST
Laporan MOHD DIN, WARTAWAN Serambi Indonesia 

Laporan MOHD DIN, WARTAWAN Serambi Indonesia

Syisyah 2, "Gampong Aceh" yang menjadi zona maktab jamaah haji asal Aceh mulai sepi karena sudah ditinggalkan penghuninya. Pada Jumat (30/8/2019) siang, sejumlah hotel di kawasan itu sudah kosong. Sebanyak enam kelompok terbang (kloter) jamaah haji Aceh atau sekitar 50 persen dari 4 ribu jamaah sudah menuju Madinah sejak 24 Agustus 2019. Sementara sisanya enam kloter lagi akan berangkat secara bertahap, satu kloter setiap hari. Jamaah haji Aceh Kloter 12 (kloter terakhir) akan meninggalkan Mekkah pada 4 September mendatang.

Menurut jadwal yang disampaikan Panitia Penyelenggara Haji Indonesia Daerah Kerja Mekkah, jamaah Aceh mulai pulang ke Tanah Air pada 4 September 2019. Petugas kloter yang masih tinggal di Mekkah mengungkapkan, Zona Syisyah sudah sangat sepi dan jauh berbeda dengan kondisi dua minggu lalu.

Jamaah Masjid Turki, salah satu masjid di pusat "Gampong Aceh" sudah berkurang jumlahnya. Tiap hari jamaah shalat lima waktu berjamaah di masjid itu hanya tersisa tiga shaf, sementara sebelumnya tidak cukup tempat. Masjid yang luasnya hampir 1.000 meter persegi tersebut, selama ini mampu menampung dua ribu jamaah. Demikian juga dengan penjual sarapan pagi di Zona Syisyah 2, dalam satu bulan terakhir jumlahnya cukup banyak, tapi sekarang hanya tersisa tiga orang.

Sehari menjelang keberangkatan jamaah haji ke Madinah, suplai makanan juga dihentikan karena sudah mencapai 50 kali jatah makan siang dan malam selama mereka berada di Mekkah. Penghentian suplai makanan itu sempat menyulitkan jamaah haji asal Aceh. Sebab, sebagian dari mereka harus mengonsumsi roti atau memasak sendiri. Tapi, sebagian besar jamaah lainnya memilih mencari restoran terdekat.

Berdasarkan informasi dari jamaah, restoran terdekat dengan Syisyah 2 berada satu kilometer dari maktab. Jamaah yang melaksanakan ibadah sunnah di Masjidil Haram memanfaatkan waktunya untuk mendapatkan makan siang dan malam di seputaran Haram. Di sekitar Masjidil Haram cukup banyak restoran yang menyajikan menu dari berbagai negara. Sehingga jamaah tinggal memilih sesuai isi kantong dan selera.

Menurut informasi petugas kesehatan, sejauh ini kesehatan jamaah haji lebih baik. Di samping sudah mampu menyesuaikan diri dengan cuaca ekstrem di Arab Saudi, aktivitas ibadah mereka setelah Armuzna pun sudah lebih ringan. Jamaah yang masih beberapa hari lagi tinggal di Mekkah terus memanfaatkan waktunya untuk melaksanakan umrah sunat, tawaf di Masjidil Haram, dan ziarah ke tempat-tempat bersejarah di Kota Mekkah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved