Internasional
NATO Disebut Bersiap untuk Perang Melawan Rusia
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa negara-negara Barat, termasuk para pemimpin Eropa dan NATO, tengah mempersiapkan diri
Ringkasan Berita:
- Sejumlah pejabat tinggi Eropa, termasuk Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, serta para pemimpin Jerman, Prancis, dan Inggris.
- Mereka secara serius mempersiapkan perang melawan Rusia dan, pada kenyataannya, bahkan tidak menyembunyikannya.
SERAMBINEWS.COM – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa negara-negara Barat, termasuk para pemimpin Eropa dan NATO, tengah mempersiapkan diri untuk konflik militer langsung dengan Rusia.
Menurut Lavrov, para pemimpin Eropa bahkan tidak lagi berusaha menyembunyikan niat tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Lavrov dalam konferensi pers mengenai hasil kegiatan diplomatik Rusia sepanjang 2025, Selasa (20/1/2026).
Ia merujuk pada pernyataan sejumlah pejabat tinggi Eropa, termasuk Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, serta para pemimpin Jerman, Prancis, dan Inggris.
“Mereka secara serius mempersiapkan perang melawan Rusia dan, pada kenyataannya, bahkan tidak menyembunyikannya,” ujar Lavrov.
Baca juga: Status WNI Bripda Rio Anggota Brimob Polda Aceh di Ujung Tanduk Usai Gabung Tentara Bayaran Rusia
Lavrov menegaskan, Rusia bertekad untuk menghilangkan akar penyebab konflik Ukraina.
Namun, menurutnya, justru negara-negara Barat yang selama bertahun-tahun secara sengaja menciptakan masalah tersebut dengan upaya menjadikan Ukraina sebagai ancaman bagi keamanan Rusia.
Ia menambahkan, meskipun tujuan untuk memberikan “kekalahan strategis” kepada Moskow kini jarang diungkapkan secara terbuka oleh para pemimpin Barat, tindakan mereka menunjukkan bahwa gagasan tersebut masih hidup dalam “pikiran dan rencana” mereka.
Hal ini, katanya, tercermin dari dukungan berkelanjutan terhadap apa yang ia sebut sebagai “rezim Nazi di Kiev” serta kebijakan yang mengarah pada “pemusnahan legislatif dan fisik terhadap segala sesuatu yang berbau Rusia”.
Rusia, lanjut Lavrov, menolak klaim Barat yang menyebut Moskow sebagai ancaman bagi negara lain.
Klaim tersebut disebutnya sebagai “omong kosong” dan upaya menakut-nakuti yang bertujuan membenarkan peningkatan anggaran militer di seluruh Eropa.
Meski demikian, sejumlah negara NATO di kawasan Eropa Timur seperti Polandia, Finlandia, Lituania, Latvia, dan Estonia terus mendorong narasi tersebut.
Negara-negara itu bahkan baru-baru ini menarik diri dari perjanjian internasional yang melarang penggunaan ranjau darat anti-personel, serta mengumumkan rencana untuk memproduksi dan menyebarkannya di sepanjang perbatasan dengan Rusia.(*)
| Seniman asal Aceh Agus Nuramal akan Tampil di Pameran Internasional Pinacoteca de São Paulo, Brasil |
|
|---|
| Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan Dipercaya Jadi Penasihat Kota Riyadh Arab Saudi |
|
|---|
| Mobil SUV Misterius Iringi Trump di China, Diduga Bawa Teknologi Perang Elektronik Canggih |
|
|---|
| Takut Dimata-matai China, Rombongan Trump Buang HP dan Pin sebelum Naik Air Force One |
|
|---|
| India Naikkan Harga BBM Akibat Krisis Energi Dampak Perang Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Menteri-Luar-Negeri-Rusia-Sergey-Lavrov.jpg)