Seni Kopi di Yogyakarta

Seniman Gayo Suguhkan Seni Kopi di Yogyakarta

Pendhapa Art Space (PAS) Yogyakarta menggelar pertunjukan seni kopi bersama Rangkaian Bunga Kopi dan Sanggar Pegayon.

Seniman Gayo Suguhkan Seni Kopi di Yogyakarta
Hand-over dokumen pribadi
Seniman kopi tampilkan atraksi seni kopi di Yogyakarta. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pendhapa Art Space (PAS) Yogyakarta, sebuah ruang seni alternatif yang dibangun meramaikan geliat kantong-kantong kreatif, menggelar pertunjukan seni kopi bersama  Rangkaian Bunga Kopi dan Saggar Pegayon, Selasa (3/9/2019).

Dunadi, pemilik dan pendiri  PAS, seorang perupa tiga dimensi, juga pendiri dan penggerak studio kreatif seni patung Studio SatiajiSculpture&Artwork, mepengkapi  Pendhapa Art Space (PAS) dengan beberapa ruang yang dapat dipergunakan sebagai ruang pamer, tempat berlatih, berproses, bereksplorasi, dan mementaskan seni pertunjukan. 

Bangunan bernuansa etnis Jawa dengan material kayu jati dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 5.000 m2.

Sejak Juli 2015, putra  Dunadi, Ganes Satya Aji, lulusan magister tata kelola seni konsentrasi studi seni rupa ISI Yogyakarta, mengembangkan berbagai program seni di Art Space.

Pada pertengahan tahun 2016, PAS menawarkan program dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh seniman lintas disiplin, mulai dari bentuk seni pertunjukan hingga seni rupa.

Seperti kegiatan pameran, pertunjukan tari dan teater, diskusi seni, workshop seni dan kegiatan budaya baik program-program mandiri ataupun program-program yang bekerjasama dengan komunitas atau institusi seni budaya yang ada di Yogyakarta khususnya dan mancanegara pada umumnya. 

"Kami akan hadir Pendhapa Art Space sebagai bagian dari silaturrahmi kopi yang kami suarakan melalui kesenian," kata Yoyok Harness, seniman Rangkaian Bunga Kopi yang berdomisili di Denpasar Bali.

Pertunjukan yang dihadirkan kepada publik Yogyakarta, meliputi puisi, tari, dan atraksi mengolah kopi secara tradisional dari masyarakat Gayo.

"Kami datang dengan bus PMTOH, bus legedaris Aceh yang telah berjasa menghubung Aceh dengan Pulau Jawa di masa silam," kata Yoyok Harness.(*)

Baca: Ini Tarif Baru Gojek dan Grab Untuk Seluruh Indonesia, Mulai Berlaku Mulai 2 September 2019

Baca: Keny, Finalis Putri Indonesia Tahun 2019 yang Jago Menjahit Baju

Baca: Hati-hati, Begini Kondisi Sejumlah Titik Jalan Takengon-Blangkejeren Gayo Lues

Baca: Terkait Pembakaran Rumah Wartawan, Nezar Patria Usul Bentuk Tim Investigasi dan Lapor ke Dewan Pers

Baca: Hati-hati, Begini Kondisi Sejumlah Titik Jalan Takengon-Blangkejeren Gayo Lues

Baca: Wartawan Online Deliknews.com di Gayo Lues Diserang OTK Saat di Warung

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved