Rabu, 29 April 2026

Kisah Sedih TKW di Arab Saudi, Carmi Sempat Minta Terasi hingga Tidak Digaji Selama 31 Tahun

Pada tahun 1988, Carmi yang masih berusia 17 tahun berangkat ke Arab Saudi melalui PT Umah Sejati Alwidah Jaya Sentosa, Jakarta.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Repro bidik layar akun Instagram @kbri_riyadh
Carmi, TKW Indonesia di Arab Saudi yang hilang kontak puluhan tahun akhirnya ditemukan. (Carmi, TKW Indonesia di Arab Saudi yang hilang kontak puluhan tahun akhirnya ditemukan.(repro bidik layar akun Instagram @kbri_riyadh) 

SERAMBINEWS.COM - Pada tahun 1988, Carmi yang masih berusia 17 tahun berangkat ke Arab Saudi melalui PT Umah Sejati Alwidah Jaya Sentosa, Jakarta.

Gadis yang tinggal di kawasan Pesisir Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, ingin seperti tetangga-tetangganya yang menjadi TKW, yakni bisa membangun rumah serta memperbaiki ekonomi keluarganya.

Carmi adalah anak pertama dari 10 bersaudara dari pasangan Ilyas dan Warniah.

Ilyas, ayah kandung Carmi melarang anak gadisnya berangkat ke Arab Saudi.

Namun keinginan Carmi tidak bisa dibendung. Bahkan usia Carmi dituakan.

Tahun kelahiran Carmi yang seharusnya 1971 diubah menjadi 1958 atau 13 tahun lebih tua.

6 bulan setelah Carmi keluar rumah, Ilyas berusaha menyusul anak gadisnya ke penampungan di Jakarta.

Namun, upaya yang dilakukan Ilyas sia-sia, karena malam harinya, Carmi sudah terbang ke Arab Saudi.

Carmi berangkat ke Arab Saudi pada tahun 1987 atau satu tahun setelah lulus SD.

3 tahun setelah kepergian, Carmi mengirimkan surat ke keluarganya.

Dia berkabar bahwa dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah keluarga di Arab Saudi.

Carmi pun berjanji akan mengirimkan uang.

Di surat pertamanya, Carmi meminta foto Ilyas dan Warniah serta foto keluarga lainnya.

Bahkan Carmi pun sempat meminta dikirimkan terasi khas daerahnya.

PT tutup dan tetangga yang memberangkatkan meninggal

S
Ilyas (85) dan Warniah (75), menangisi Carmi, putri pertamanya yang menjadi TKW dan juga belum kunjung pulang kampung setelah 31 tahun menjadi buruh migran. Keduanya serta sanak keluarga memohon pada pemerintah membantu dan memulangkan Carmi.(MUHAMAD SYAHRI ROMDHON)
Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved