Berita Nagan Raya

Gangguan Kawanan Gajah Liar di Blang Lango Mulai Kondusif

"Kini sebagian warga tidak rasa takut lagi di luar rumah masing-masing, sebab kawanan gajah liar telah digiring ke luar pemukiman penduduk,".

Gangguan Kawanan Gajah Liar di Blang Lango Mulai Kondusif
SERAMBI/KHALIDIN
ILUSTRASI -TIM Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengawasi seekor gajah liar yang berhasil ditangkap di kawasan Desa Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Sabtu (8/12). 

“Kini sebagian warga tidak rasa takut lagi di luar rumah masing-masing, sebab kawanan gajah liar telah dilakukan penggiringan ke luar pemukiman penduduk di kawasan Blang Lago,” ujar kata Keuchik Blang Lango Odiyantri kepada Serambinews.com, Jumat (6/9/2019).

Laporan Sa'dul Bahri | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Konflik kawanan gajah di kawasan Desa Blang Lango, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya hingga Jumat (6/9/2019) telah kondusif kembali, usai dilakukan penggiringan ke luar pemukiman penduduk oleh pihak BKSDA baru-baru ini.

Warga yang sebelumnya tidak berani menginap di rumah sendiri pada malam hari, kini telah seperti biasa di mana pada malam hari tetap berada di rumah masing-masing tanpa harus mengungsi lagi.

“Kini sebagian warga tidak rasa takut lagi di luar rumah masing-masing, sebab kawanan gajah liar telah dilakukan penggiringan ke luar pemukiman penduduk di kawasan Blang Lago,” ujar kata Keuchik Blang Lango Odiyantri kepada Serambinews.com, Jumat (6/9/2019).

Baca: Jadwal Jerman Vs Belanda Malam Ini Matchday Kualifikasi Euro 2020, Juga Ada Slovakia Vs Kroasia

Ia menambahkan, sebelumnya, kehadiran gajah liar sempat membuat suasana yang dirasakan sebagian warga di kawasan Desa Blang Lango sedikit mencekam pada malam hari.

Sebab gajah-gajah tersebut berkeliaran ke kawasan rumah penduduk, di samping merusak tanaman warga.

Kondisi tersebut membuat warga merasa waswas terhadap keselamatan jiwanya.

Selain itu, kini banyak kebun warga yang menjadi korban amukan gajah, dengan rusaknya tanaman berupa kelapa sawit , karet, pisang, dan tanaman muda lainnya.

“Kebun-kebun tersebut merupakan sumber ekonomi masyarakat yang selama ini menghidupkan keluarganya. Sehingga kedepan kita berharap tidak ada lagi kawanan gajah  masuk ke perkampungan kita, dengan adanya solusi dan penanganan dari pemerintah dan pihak terkait,” harap Keuchik Blang Lango.

Baca: Lima Jabatan Dilelang di Galus Masih Sepi Peminat

Ia menambahkan, saat ini warga dibekali dengan mercon, sehingga jika diketahui ada gajah yang masuk akan ditakuti dengan mercon itu.

Hal itu sebagai salah satu solusi yang bisa dilakukan saat ini dan hal tersebut juga belum tentu berhasil jika sewaktu-waktu satwa liar itu masuk lagi.

Warga setempat berharap, kiranya kawanan gajah liar itu tidak lagi mendekati perkampungan penduduk, agar masyarakat dapat melakukan aktivitas sehari-hari dalam keadaan tenang.

Sebab jika kawanan gajah kembali lagi, tentu akan membuat sumber perekonomian masyarakat seperti kelapa sawit, karet, dan tanaman muda lainnya hancur dan hilangnya sumber pendapatan warga. (*)

Baca: Dua Tim Bertarung di Turnamen Pemuda Padang Sikabu Cup II Abdya

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved