Breaking News:

Polemik Pantai Mantak Tari

Ini Penjelasan Polisi Terkait Pengrusakan Objek Wisata Mantak Tari Simpang Tiga Pidie

Aksi membakar kios dan pengrusakan kios dan fasilitas objek wisata saat lokasi objek wisata tersebut telah ditutup

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Massa bubar setelah merusak kios dan fasilitas di objek wisata Mantak Tari, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Minggu (8/9/2019). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Sekitar 300 warga yang mengamuk merusak fasilitas dan kios di objek wisata Mantak Tari, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Sabtu (8/9/2019) dilakukan tidak bersamaan.

Data polisi bahwa aksi membakar kios dilakukan lebih awal sekitar 05.15 WIB.

Sementara pengrusakan kios dan fasilitas dilakukan massa didominasi ibu-ibu setelah kios itu dibakar.

Aksi membakar kios dan pengrusakan kios dan fasilitas objek wisata saat lokasi objek wisata tersebut telah ditutup.

Sehingga tidak adanya aktivitas di objek wisata Mantak Tari.

Baca: Qariah Aceh Juara Pertama MTQ Antar Bangsa, Diikuti Enam Negara Serumpun

"Kios dibakar orang tak dikenal, sementara pengrusakan kios dan fasilitas dilakukan sekitar 300 warga," kata Kapolres Pidie, AKBP Andy SN Siregar SIK, melalui Kapolsek Simpang Tiga, Iptu Mursal, kepada Serambinews.com, Minggu (8/9/2019).

Ia menyebutkan, motif pengrusakan kios diduga dilatarbelakangi karena warga tidak ingin menjadi objek wisata Mantak Tari sebagai lokasi maksiat.

Bahkan, kata Iptu Mursal, warga Gampong Kupula dan Meunasah Lhee yang ngotot lokasi mantak tari itu ditutup.

Sementara gampong lain hanya sebagian masyarakat saja yang menginginkan objek wisata ditutup.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved