SEURAMOE UMKM

Donat Getlatela Merambah Pasar Nasional

TIDAK mudah bagi Nurzahidah STp (33) membangun usaha donat Getlatela yang dimulainya sejak pertengahan 2014

Donat Getlatela Merambah Pasar Nasional
DOK/PRIBADI
Nurhafizah memamerkan donat Getlatela produksinya yang mulai digandrungi warga.

TIDAK mudah bagi Nurzahidah STp (33) membangun usaha donat Getlatela yang dimulainya sejak pertengahan 2014. Wanita ini harus bekerja keras karena minimnya modal usaha. Saat itu dia hanya memiliki modal awa hanya Rp 150 ribu.

Namun kini usaha yang dirintisnya itu sudah mempekerjakan lima karyawan dengan aset sekitar 150 juta, termasuk mesin dan bangunan. Dituturkan Nurzahidah, tiga bulan pertama donat buatannya enggak ada yang beli. Karena mungkin masyarakat belum tahu ada donat ini.

Untuk memperkenalkan donat produksinya, alumnus jurusan Teknologi Hasil Pertanian Unsyiah ini pun “memaksa” saudara dan teman- temannya untuk membeli donat Getlatela, serta memberi edukasi terkait manfaat dari labu dan ketela yang merupakan bahan dasar dalam membuat donat Getlatela ini.

“Ditingkatkan lagi kualitasnya dan bangun kepercayaan dari konsumen. Setiap kritikan dari konsumen diterima kemudian diperbaiki, lalu dikasih lagi ke konsumennya untuk dirasa lagi dengan diberi diskon,” tutur Nurzahidah kepada Serambi, Rabu (28/8).

Diuraikan, labu dan ketela memiliki banyak manfaat bagi tubuh, antaranya bisa menjadi obat magh, awet muda karena memiliki antioksidan yang tinggi, dan labu merupakan salah satu makanan Rasulullah SAW.

Kini permintaan donat Getlatela yang dijual Rp 20.000/ kotak (isi 12) tidak hanya melayani pelanggan di Banda Aceh dan Aceh Besar, tapi sudah hampir seluruh Aceh yang memiliki 23 kabupaten/kota.

Dalam sebulan penjualannya 800- 1.000kotak, dengan profit 32 persen dari omset. “Hampir seluruh kabupaten/kota sudah pernah kita kirim pesanannya. Selain itu bisa dijadikan oleh-oleh juga kepada saudara atau teman. Selama ini sudah pernah dibawa ke Medan, Bandung, Bogor, Yogyakarta. Baik itu orang Aceh yang bawa kesana maupun wisatawan yang pesan,” ujarnya yang menyebutkan donat ini bisa tahan dua hari, dan apabila disimpan di kulkas bisa sampai empat hari.

Donat Getlatela berbentuk kecil-kecil dan mini. Topingnya pun menarik ada mises, coklat, keju, glaze dan gula salju yang disukai anak-anak. Konsumen juga bisa request toping seperti ucapan ulang tahun atau ucapan selamat untuk orang tersayang. Bagi konsumen yang ingin membeli donat Getlatela kini sudah tersedia di Suzuya Mall Banda Aceh, selain bisa juga memperolehnya di rumah produksi Jalan Teladan 1 Nomor 29, Gampong Garot, Keutapang, Aceh Besar. Atau bisa juga mengunjungi Instagram @getlatela, fanspage dan facebook atas nama getlatela.

Nurzahidah menuturkan pelanggannya didominasi oleh ibu-ibu muda yang membeli untuk konsumsi anak-anaknya. Sebab, donat ini tidak memakai pengawet, pelembut, dan pewarna sehingga aman untuk anak-anak.

Usahanya ini juga sudah mengantongi sertifikathalal dari LPPOM MPU Aceh, dan sertifikat produksi industri rumah tangga dari Dinas Kesehatan Aceh Besar. Serta membawanya sebagai finalis Wirausaha Muda Mandiri tahun 2015, Jawara Muda Bank Indonesia Aceh 2016, dan Wirausaha Inovatif Sumatera 2017. “Langkah awal membangun bisnis adalah jangan jadikan modal sebagai alasan utama untuk membangun bisnis. Karena hal yang utama dibutuhkan itu niat, yakin, berani memulai, fokus dan senangi dengan yang dikerjakan, sehingga itu menjadi energi untuk terus berbisnis,” tutup Nurzahidah.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved