Aidil Potong Urat Nadi Istri, Sidang Pembunuhan di Ulee Madon

Kasus pembunuhan istri dan dua anak oleh ayah tiri pada 7 Mei 2019 dini hari, di kawasan Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara

Aidil Potong Urat Nadi Istri, Sidang Pembunuhan di Ulee Madon
SERAMBI/JAFARUDDIN
TERDAKWA dibawa pulang petugas ke Cabang Rutan Lhoksukon setelah menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (10/9/2019). 

LHOKSUKON – Kasus pembunuhan istri dan dua anak oleh ayah tiri pada 7 Mei 2019 dini hari, di kawasan Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Senin (9/9) sore mulai disidangkan.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon terungkap bahwa terdakwa tiga kali meminta maaf kepada korban, setelah dan sebelum menusuknya dengan pisau lipat. Bahkan, terdakwa memotong urat nadi tangan kiri istri supaya cepat meninggal

Terdakwa dalam kasus itu, Aidil Syahputra Bin David alias Aidil Ginting (40) asal Sumatera Utara yang merupakan suami dari Irawati Binti Nurdin. Selain Irawati, dua anaknya, Zikra Muniza (11) dan M Yazid (17 bulan) menjadi korban pembunuhan sadis ayah tiri.

Sidang beragendakan mendengar materi dakwaan dipimpin T Latiful SH didampingi dua hakim anggota, Maimunsyah SH dan Fitriani SH. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), M Daud Siregar SH. Sedangkan  terdakwa didampingi dua pengacara, Taufik M Noer SH dan Abdullah Sani Angkat SH.

Materi dakwaan yang dibacakan jaksa antara lain menguraikan kronologis kasus tersebut. Kasus itu diawali ketika Aidil dan Irawati Nurdin berbincang. Kala itu, korban meminta uang Rp 6 juta kepada terdakwa. Di mana Rp 4 juta untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya, dan Rp 2 juta lagi buat menyambut lebaran.

Tapi, terdakwa menyebutkan uang yang dimiliki saat ini hanya Rp 500 ribu. Ia berjanji akan mencari sisanya dengan bekerja. Korban juga menyampaikan tidak tahan lagi dengan kekurangan keuangan keluarga. Karena itu, korban meminta untuk diceraikan saja. Lalu, Aidil berusaha menenangkan korban dan ikut membantu mencuci piring.

Karena masih kesal, korban mendorong terdakwa dan mengambil pisau menyerangnya. Tapi, terdakwa berhasil merebut pisau dengan membuangnya ke bawah kulkas. Kemudian, terdakwa menyampaikan akan keluar untuk minum kopi. Tapi, Irawati kembali melempar pisau dan menyerang terdakaw.

Kemudian, Aidil mengambil pisau lipat dalam tas yang digantung di pegangan tangga. Lalu, terdakwa menusuk leher sehingga korban terjatuh. Seakan belum cukup, sang suami kembali menusuk tubuh istrinya dengan pisau lipat berkali-kali. Setelah itu, terdakwa duduk di samping korban yang sudah berlumuran darah dan meminta maaf.

Saat duduk di samping korban, sang suami melihat tubuh istrinya masih bergerak. Lalu, Aidil kembali meminta maaf kepada Irawati Nurdin. Sambil memohon maaf, terdakwa memotong urat nadi tangan kiri istrinya. Kecuali itu, dia kembali menusuk serta menggoroknya, supaya segera meninggal. Hakim menunda sidang dan melanjutkan Senin (16/9) dengan agenda pemeriksaan saksi.

Ketika sedang beraksi dua anak tiri terdakwa, Zikra dan adiknya Yazid menyaksikan kejadian itu. Zikra berteriak meminta tolong dan menangis. Saat itu, Aidil meminta Zikra tidak berteriak lagi. Karena tak digubris, ayah tiri itu malah menusuk Zikra berkali-kali.

Setelah membunuh Zikra, terdakwa menusuk leher Yazid yang sedang merangkak. Sambil menangis, bocah itu menuju ibunya terbaring di lantai yang sudah berlumuran darah. Setelah itu, dia menaruh Yazid di samping tubuh ibunya. Akan tetapi, Aidil mengangkat tubuh korban dan menaruhnya dalam bak mandi.

Sebelum pergi dari rumah, terdakwa kembali mendatangi jenazah istrinya dan meminta maaf. Terdakwa juga sempat melihat anak korban lainnya, Zikri Putra Mirza sedang tertidur dalam kamarnya. Terdakwa menggunci pintu dari luar, dan pergi ke Banda Aceh dengan menumpangi bus.

Sebelum pergi, terdakwa sempat melihat Zikri berada di balkon lantai dua memanggilnya. Karena tak bisa keluar, Zikri melompat dari lantai dua. Lalu dengan tertatih-tatih karena kakinya terkilir menuju rumah tetangga, Muhammad Shaleh untuk memberitahukan kejadian tersebut.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved