Feature

Mengintip Yayasan Rumah Kita, Pelopor Lahirnya Pusat Oleh-Oleh Khas Subulussalam

Yayasan Rumah Kita yang persis berada di seberang Kantor Dinas Arsip dan Perpusatkaan Kota Subulussalam memakai lahan seluas 25x120 meter per segi.

Mengintip Yayasan Rumah Kita, Pelopor Lahirnya Pusat Oleh-Oleh Khas Subulussalam
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
GALERI Yayasan Rumah Kita Subulussalam yang menjadi pusat oleh-oleh sekaligus taman edukasi hingga keagamaan dan kegiatan sosial. Foto direkam, Senin (9/9/2019). 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Rumah Kita, demikian salah satu plang nama bangunan sebuah yayan yang terletak di Jalan Nasional atau Teuku Umar pintu masuk Kota Subulussalam.
Yayasan yang dibuka Maret 2017 tersebut kini menjadi pusat oleh-oleh khas Kota Subulussalam mulai jajanan hingga pernak-pernik.

Sebenarnya, Rumah Kita bukan sekadar menjadi pusat oleh-oleh karena di sini juga sebagai taman pendidikan, pelatihan pembinaan, sosial hingga keagamaan.

Yayasan Rumah Kita yang persis berada di seberang Kantor Dinas Arsip dan Perpusatkaan Kota Subulussalam memakai lahan seluas 25x120 meter per segi.

Sementara bangunan utama sekitar 10x30 meter per segi. Bangunan ini dua lantai dan dilengkapi fasilitas mushalla hingga kantor.

Di sana terdapat sepuluh karyawan yang sebagian besar merupakan alumni Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Kompleks yayasan yang didominasi cat warna hijau kerap ramai dengan aktivitas.
Saat Serambinews.com datang, Senin (9/9/2019) relawan seperti Eko Rito, alumni UGM Yogyakarta mengatakan yayasan ini memiliki aneka kegiatan mulai dari kuliner, pertanian hingga keagamaan.

Di sebelah kanan bagian depan bangunan digunakan untuk ruang baca sementara samping kiri galeri atau pusat oleh-oleh khas Subulussalam. Untuk taman baca, yayasan tidak memungut biaya alias gratis dengan catatan baca di tempat.

Sementara pusat oleh-oleh dipenuhi aneka jajanan khas hingga pakaian, seperti kaos bertuliskan khas Subulussalam, batik hingga pernak-pernik lainnya.

“Semua yang dipajang ini buatan Subulussalam, batik juga dibuat di Subulussalam termasuk gamis dan kaos,” ujar Eko

Baca: Tuan Rumah GTSB Menang Tipis Lawan PSAP Alue Pisang, 10 Tim Maju Putaran 16 Besar

Baca: Komisi Irigasi Kabupaten Abdya Belum Dibentuk, Ini Saran Dinas Pengairan Aceh

Baca: Siang Ini Jamaah Haji asal Bireuen Dijadwalkan Tiba di Kampung Halaman, Dua Wafat di Tanah Suci

Halaman
12
Penulis: Khalidin
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved