Berita Banda Aceh

Walhi Sebut Penangkapan Penebang Pohon bukan Prestasi: Kalau Polisi Berani, Coba Razia Panglong Kayu

"Ini tantangan bagi Polda dan Pangdam, berani tidak menangkap anggotanya jika ada yang terlibat membekengi bisnis haram ini," ucapnya.

Walhi Sebut Penangkapan Penebang Pohon bukan Prestasi: Kalau Polisi Berani, Coba Razia Panglong Kayu
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL BIN ZAIRI
Direktur Walhi Aceh, Muhammad Nur. 

"Ini tantangan bagi Polda dan Pangdam, berani tidak menangkap anggotanya jika ada yang terlibat membekengi bisnis haram ini," ucapnya.

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, M Nur, menilai penangkapan terhadap penebang kayu hanyalah sebuah kegiatan seremonial yang tak perlu dibanggakan.

"Mereka itu (penebang pohon) hanya orang kecil, orang suruhan yang dibayar. Jadi ada faktor ekonomi yang melatar belakanginya. Jadi polisi jangan bangga dengan menangkap mereka," kata M Nur.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber di program Cakrawala Radio SerambiFM, Rabu (11/9/2019), yang mengangkat tema Salam Serambi berjudul 'Penindakan Perambahan Hutan Harusnya Sampai ke Penjara'.

Alih-alih memberi apresiasi, M Nur justru menantang Polisi untuk melakukan razia terhadap kilang atau panglong kayu yang beroperasi di Aceh.

Baca: Polisi di Aceh Barat Bekuk Agen Togel, Tersangka Terancam Cambuk 30 Kali

"Kalau berani, razia panglong kayu. Periksa sumber kayunya dari mana, dokumen ada atau tidak, dan siapa yang memasok," tantangnya.

Beberapa waktu lalu, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Barat Daya (Abdya) bersama personel Polisi Hutan (Polhut) berhasil mengamankan enam pelaku perambahan hutan yang beraksi di hutan lindung kawasan Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Minggu (8/9).

Mereka ditangkap saat terlelap dalam sebuah gubuk di tengah hutan.

Hasil pemeriksaan sementara, keenam pelaku perambahan hutan itu hanya bertugas sebagai penebang pohon, bukan pemodal.

Halaman
123
Penulis: Yocerizal
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved