Jumat, 10 April 2026

Maling Roda Mobil Beraksi Dini Hari, Meluas di Empat Kabupaten

Aksi pencurian roda mobil (velg dan ban) kian marak terjadi di Aceh. Dalam dua bulan terakhir ini, sedikitnya ada 21 mobil

Editor: bakri

BANDA ACEH - Aksi pencurian roda mobil (velg dan ban) kian marak terjadi di Aceh. Dalam dua bulan terakhir ini, sedikitnya ada 21 mobil yang menjadi sasaran pencurian dari 14 kasus yang dilaporkan ke polisi. Lokasi kejadian tersebar di empat kabupaten, mulai dari Bireuen, Pidie, Aceh Barat, dan terakhir di Aceh Besar.

Mobil yang jadi sasaran maling tidak hanya milik masyarakat biasa, bahkan juga pejabat. Salah satunya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Bukhari. Ban dan velg mobil double cabin miliknya hilang diembat maling pada Senin (26/8) dini hari. Padahal ketika itu mobil diparkir di depan rumah, di Desa Suak Raya, Meulaboh.

Pada hari itu, kasus yang sama juga dialami Said Rahmad, warga Suak Nie, Johan Pahlawan. Dua truk miliknya yang diparkir di kompleks gedung lama PMI di Suak Nie kehilangan ban dan velg. Sejak saat itu, laporan pencurian terus masuk ke kantor polisi. Hingga 3 September total ada 5 laporan yang masuk, dengan jumlah mobil sebanyak 10 unit.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Isral SIK mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus pencuri ban. "Masih dalam proses penyelidikan," katanya kepada Serambi, Rabu (11/9).

Di Aceh Barat, pencurian roda mobil ini merupakan kali pertama terjadi, namun sepertinya memiliki kaitan dengan kasus di beberapa daerah lain seperti di Bireuen. Di kabupaten berjuluk Kota Juang ini, kasus pencurian velg dan ban mobil ini telah terjadi sejak Juni 2019 lalu, yang dialami Jailani (56), warga Dusun BTN Kupula Indah, Desa Geulanggang Gampong, Kota Juang.

Terakhir dialami oleh Unzir (40), warga Dusun Dicot Keutapang, Gampong Cot Keutapang, Kecamatan Jeumpa. Roda mobil Feroza yang diparkir di garasi tanpa pintu (carpot) di rumahnya, pada Minggu(1/9) pagi diketahui sudah tidak ada lagi.

Informasi yang diperoleh Serambi, di Bireuen ada 6 kasus pencurian yang terjadi, dan hanya empat yang dilaporkan ke polisi. Aparat kepolisian setempat hingga kini masih berupaya mengejar pelaku. “Ada beberapa anggota (polisi) yang terus bergerak memetakan kasus dan memetakan dugaan kelompok yang mencuri maupun mengembangkan ke berbagai sisi kasus kriminal lainnya yang terjadi akhir-akhir ini,” ujar Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama SH.

Tetangga Bireuen, Pidie dan Pidie Jaya juga tak luput dari aksi sindikat satu ini. Dari Juli hingga Agustus dilaporkan ada empat kasus pencurian. Aparat kepolisian setempat mengaku sudah menerima laporan tersebut dan saat ini sedang dalam penyelidikan. “Kita sedang lidik," kata Kapolres Pidie, AKBP Andy NS Siregar SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama SH, Rabu (11/9).

Wilayah operasi maling spesialis ini semakin meluas karena baru-baru ini, atau tepatnya, Selasa (10/9) dinihari, empat ban beserta velg mobil jenis Honda HRV milik T Ferdi di Gampong Aneuk Galoeng Baroe, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar, juga raib. Selain roda mobil, maling juga menyikat dua baterai mobil truk milik abang iparnya.

Diyakini, aksi pencurian ini tidak dilakukan sendiri oleh pelaku, melainkan berkelompok dengan membawa mobil lain untuk mengangkut barang curian. Karena itu, bisa jadi pelaku pencurian di empat kabupaten itu dilakukan oleh kelompok yang sama.

Penelusuran Serambi, semua lokasi pencurian itu terjadi di lintasan jalan nasional. Waktu mereka beraksi juga nyaris sama di tiap-tiap daerah, yakni saat dini hari, mulai dari pukul 02.00 hingga pukul 04.00 WIB, dan menyasar mobil-mobil yang parkir di depan rumah atau di garasi tanpa pintu. Namun sayangnya, hingga kini belum ada satu kasus pun yang berhasil diungkap polisi.

Sementara itu, Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Supriyanto Tarah, saat ditanyai Serambi, Rabu (11/9), menilai jika kasus pencurian roda mobil ini belum meresahkan. Ia sendiri juga mengaku baru mengetahui adanya kasus pencurian tersebut.

“Saya kira belum lah, belum meresahkan kalau ban ini, masih belum. Itu tergantung kepada individu (penjagaannya), belum ada yang meresahkan. Saya juga baru ini ada (kasus pencurian) ban sama velg,” kata Brigjen Pol Supriyanto Tarah seusai membuka acara pembekalan personel yang memasuki purnabakti di Hotel Mekkah, Rabu (11/9).

Namun, jenderal bintang satu itu meminta masyarakat untuk tetap waspada. Kepada masyarakat yang menggunakan mobil, agar lebih hati-hati dan selalu menjaga kendaraannya. “Ya waspada saja, kalau ban sama velg itu kan pengamanannya tergantung pada individu, maka jadilah polisi diri sendiri, jangan sampai lengah karena itu tanggung jawab kita masing-masing,” kata Supriyanto.

Jika memang kasus ini terus akan meresahkan, Wakapolda mengimbau, agar pengguna mobil juga lebih waspada dengan menambah kunci pengaman tambahan. Menurut dia, itu salah satu cara untuk selalu waspada atas maraknya kasus pencurian ban dan velg tersebut.

“Imbauan saya, jadilah polisi diri sendiri, jangan menggantung pada aparat keamanan atau polisi. Kemudian, ban velg itu kan bisa ditambah pengaman, bisa menggunakan rantai, bisa menggunakan kunci, atau baot,” pungkas Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Supriyanto Tarah. (riz/naz/yus/mun /dan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved